Tips : Pakai Kartu BPJS Kesehatan Saat Rawat Inap Pilih Naik Kelas Atau Tidak?


Saat kita atau keluarga kita sakit dan menjalani perawatan rawat inap di rumah sakit menggunakan BPJS Kesehatan sebaiknya naik kelas perawatan atau tidak?

Kebanyakan alasan pasien ketika menginginkan naik kelas perawatan saat rawat inap di rumah sakit adalah ingin memilih fasilitas kamar yang lebih nyaman, seperti misalnya 1 ruang 1 orang pasien (biasanya kelas VIP atau utama), fasilitas kamar yang lebih lengkap (TV, Kulkas dll). Namun beberapa hal berikut perlu diperhatikan jika naik kelas perawatan rawat inap di rumah sakit menggunakan BPJS Kesehatan :

  • Apakah biaya selisih naik kelas akan besar?
  • Berapa klaim yang ditanggung BPJS Kesehatan?
  • Apakah penyakit yang diderita pasien klaimnya tidak jauh dari besaran biaya perawatan sesuai tarif rumah sakit dimana pasien dirawat?
  • Berapa biaya perawatan sesuai tarif rumah sakit dimana pasien dirawat?
  • Berapa lama perkiraan pasien akan dirawat?
  • Apakah pasien akan menjalani operasi?
  • Apakah pasien masuk ICU?
Beberapa hal berikut perlu anda pertimbangkan jika akan naik kelas perawatan menggunakan BPJS Kesehatan :
  • Jika uang bukan masalah bagi anda, mungkin naik kelas perawatan ke kelas berapa pun bukan masalah bagi anda.
  • Bagi pasien yang penyakitnya agak parah atau kronis dan tidak ingin selisih bayar yang begitu besar, serta diperkirakan akan dirawat lama, maka jika naik kelas sebaiknya naik kelas sampai dengan kelas 1. Atau mungkin pilih sesuai kelas hak anda agar tidak ada selisih biaya. dengan konsekuensi mengurangi kenyamanan pasien karena mungkin 1 ruang tidak 1 pasien.
  • Jika masuk ICU atau dilakukan tindakan operasi pertimbangan biaya perawatan akan lebih besar.
  • Tanyakan terlebih dahulu kemungkinan berapa klaim BPJS Kesehatan yang didapat sesuai dengan diagnosa yang diderita pasien serta perkiraan berapa biaya perawatan sesuai tarif rumah sakit. Sehingga kita dapat menentukan apakah akan naik kelas atau tidak.
  • Namun terkadang naik kelas perawatan rawat inap di rumah sakit ke kelas yang lebih tinggi dari kelas 1 malah tidak ada selisih biaya. Hal ini biasanya dikarenakan lama dirawat sebentar namun klaim BPJS Kesehatan lebih besar dari biaya perawatan sesuai tarif rumah sakit dimana pasien dirawat.
    Mencegah penyakit lebih baik dan jagalah kesehatan karena sehat itu mahal dan sakit itu murah.
    Sekian. Kurang lebihnya mohon maaf. Semoga bermangfangat.


    Istilah Etiology dan Manifestation dalam ICD 10


    Etiology (Etiologi)

    Etiology (etiologi) adalah studi tentang sebab-akibat. Kata ini berasal dari bahasa Yunani aitiologia , yang artinya memberikan alasan. Etiologi dalam cabang ilmu biologi adalah ilmu tentang penyebab penyakit, dalam bagian ilmu penyakit tanaman merupakan ilmu yang mempelajari khususnya mengenai penyebab utama penyakit, kodrat, sifat, dan ciri-ciri patogen serta hubungannya dengan tanaman inangnya. Sedangkan dalam cabang ilmu kedokteran merupakan ilmu tentang sebab dan asal penyakit. Dalam dunia pengobatan, istilah etiologi mengacu pada penyebab penyakit atau patologi penyakit.

    Penemuan etiologi dalam dunia kedokteran memiliki sejarah dalam demonstrasi Robert Koch, yang menyatakan bahwa basil tuberkel ( Mycobacterium tuberculosis kompleks ) menyebabkan penyakit TBC, Bacillus anthracis menyebabkan antraks, dan Vibrio cholerae penyebab kolera. Garis pemikiran dan bukti ini diringkas dalam postulat Koch. Tapi bukti penyebab penyakit menular terbatas pada kasus-kasus individu yang memberikan bukti eksperimental etiologi.

    Manifestation (Manifestasi)

    Manifestasi adalah perwujudan sebagai suatu pernyataan perasaan atau pendapat, perwujudan atau bentuk dari sesuatu yang tidak kelihatan. Dalam dunia medis manifestation (manifestasi) dapat diartikan jelas, ekspresi yang keluar, atau terlihat sebagai suatu penyakit atau kondisi abnormal.


    Kode Rangkap Dagger (†)  dan Asterik (*)

    Dalam arti secara sederhana diagnosa penyakit etiologi adalah penanda sebab sakit, sedangkan diagnosa penyakit manifestasi adalah wujud atau bentuk yang terlihat yang disebabkan oleh penyakit etiologi.

    Etiologi dan manifestasi suatu diagnosa ditandai dengan kode rangkap dagger (†)  dan asterik (*). Tanda dagger ( sangkur ) merupakan kode yang digunakan untuk penanda etiologi kode utama sebab sakit. Sedangkan tanda asterik ( bintang ) merupakan kode yang digunakan untuk manifestasi dari diagnosanya ( wujud atau bentuknya ).

    Contoh :

    A18.0† Tuberculosis of bones and joints 
                 Tuberculosis of:
      • hip ( M01.1* ) 
      • knee ( M01.1* ) 
      • vertebral column ( M49.0* ) 
                 Tuberculous:
      • arthritis ( M01.1* ) 
      • mastoiditis ( H75.0* ) 
      • necrosis of bone ( M90.0* ) 
      • osteitis ( M90.0* ) 
      • osteomyelitis ( M90.0* ) 
      • synovitis ( M68.0* ) 
      • tenosynovitis ( M68.0* ) 
    Jika ada diagnosa Tuberkulosis tulang lutut maka dikode rangkap yaitu A18.0 dengan M01.1.

    Referensi : 
    • wikipedia
    • id.wiktionary.org/
    • medical-dictionary.thefreedictionary.com
    • apps.who.int/classifications/apps/icd
    Semoga bermangfangat.



    Jika ingin memberikan pertanyaan ataupun berdiskusi, mohon agar melalui kolom komentar pada artikel yang terkait dengan topik permasalahan.

    ERROR - HALAMAN TIDAK TERSEDIA

    Copyright © Hakayuci