Koding ICD Cedera Kepala Ringan (CKR), Anemia pada Renal Failure dan Anemia Pada Carcinoma

Dalam melakukan pengkodean diagnosis sering dijumpai kesulitan karena kita kurang memahami sebuah diagnosis. Pada kesempatan kali ini berikut saya sampaikan konsultasi saya dengan pakar koding mengenai cedera kepala ringan (CKR), anemia pada renal failure dan anemia pada carcinoma.

Mohon bantuannya bu Lily Kresnowati, menindaklanjuti pelatihan kaidah koding antara koder rumah sakit dan verifikator BPJS Kesehatan. ada beberapa pertanyaan sebagai berikut :
  1. Apakah kode CKR harus dikode S06.0 commotio cerebri (CC)? Pihak koder rumah sakit sudah melakukan konfirmasi dengan dokter bedah syaraf bahwa CKR belum tentu commotio cerebri. tapi verifikator BPJS minta dikode S06.0. Selain itu saya juga pernah menemui kasus dokter menulis diagnosis CKR tapi hasil ct scan CC (-). Kode apakah yang harus dipilih, apa kode S06 atau S09.
  2. Apakah anemia bagian integral dari cronic renal failure? Sehingga anemia tidak perlu dikode? 
  3. Kasus carcinoma dengan anemia. pada saat perawatan yang ditangani hanya anemianya saja. Anemia pada carcinoma kode ICD D63.0, namun di INACBG kode tersebut tidak dapat digrouping. Bagaiman kode ICD-nya, karena kode d63.0 harus disertai kode ICD carcinomanya sebagai diagnosa utama baru dapat digrouping di aplikasi INACBGnya.
    Sementara sekian dulu. Saya ucapkan terima kasih.
Jawaban konsultasi koding
  1. Dokter harus memastikan CKR bisa masuk CC atau Contusio? Jadi memang kodenya antara S06.0 atau S06.2. Kalau kode ICD S09 tidak spesifik. Kalau brain injury, difus ataupun focal pake kode ICD S06. Dokter yang harus menentukan. Sepertinya golden standardnya CKR bukan CT Scan ya? Mungkin ada parameter lain, yang menetapkan kolegium dokter terkait
  2. Mengenai anemia bagian integral dari cronic renal failure, untuk memastikan itu bagian dari proses penyakit atau simptom atau bukan, harus ditetapkan oleh kolegium dokter spesialis atau oleh komite medik. Nah kalau iya, berarti tidak dikode sebagai tambahan diagnosis sekunder.
  3. Tapi kemarin itu sudah didiskusikan saat pelatihan dengan BPJS kesehatan, kalau yang ditangani murni anemianya, maka diagnosis carcinomanya tidak dikode. Jadi kode anemia yang dipakai kode anemia biasa D649. Karena tarif yang keluar sesuai dengan pathway anemianya. Kalau dengan dagger dan asterisk, nanti diagnosis carcinoma jadi yang utama, dan pathwaynya tidak sesuai.
Catatan :
ICD 10 Kode ICD S06 (tahun 2010) terdapat penjelasan tentang digit ke lima :
The following subdivisions ar provided for optional use in a
supplementary character position where it is not possible or not
desired to use multiple coding to identify intracranial injury and
open wound:
0 without open intracranial wound
1 with open intracranial wound


Tambahan kode 0 tanpa luka intracranial terbuka dan kode 1 untuk dengan luka intracranial terbuka.
Sekian, kurang lebihnya mohon maaf, jika ada kesalahan mohon koreksi. Semoga Bermangfangat.


2 komentar

Lucu sekali jawaban dari bu lily.
Untuk kasus ke2 dan kasus ke3 merupakan kasus serupa yg merupakan kondisi yg saling berkaitan. Tapi bagaimana bisa cara pengkodingan dari yg dianjurkan berbeda ?
Keduanya merupakan underlying disease dan dalam kaidah ICD seharusnya memang dikode keduanya. Tidak semua pasien CKD sudah sampai pada komplikasi anemia, dan anemia pada kasus ke3 sudah jelas turunan dari cancer.
Jadi ironi kan kalo yg CKD anemianya tidak usah dikoding tp mendapat penatalaksanaan, sedangkan yg 1nya harus merubah kode sejatinya d63.0 jd d64.9 dan tidak mengkode penyebab utamanya, kita semua tau anemia karna cancer itu akan terus berulang walaupun untuk beberapa saat bisa sembuh.
menurut saya sekarang bpjs sedang tren pendingan meringkas2 kode sehingga dapat menurunkan severity. Hal ini tentu bertentangan dengan fungsi severity pada INA-CBG sendiri, dan bertentangan dengan fungsi rujukan berjenjang pada tiap tipe masing2 faskes.
Hati2 terhadap permintaan untuk menghapus kode2 tertentu dengan mengatasnamakan ICD, karna ICD sejatinya menganjurkan mengkode dengan lengkap untuk berbagai kepentingan.
Beberapa kode kombinasi yg dianjurkan bpjs pun sebenarnya hanya berlaku untuk menentukan penyebab kematian dasar yg diisi di sertifikat kematian (bukan resume) dan di ICD berada pada subkategori judul "mortality coding". Mengingat beberapa rule antara mortality coding dan morbidity coding berbeda.

Reply

Kalau saya setuju dgn bu Lily karena ada pernyataan "untuk memastikan itu bagian dari proses penyakit atau simptom atau bukan, harus ditetapkan oleh kolegium dokter spesialis atau oleh komite medik. Nah kalau iya, berarti tidak dikode sebagai tambahan diagnosis sekunder."
Dokter ditempat saya menyetujui anemia bagian renal failure.

Sedangkan anemia pd carcinoma kalau memang hanya ditangani anemianya saja ya yg saya koding anemia saja, kecuali jika ada penanganan utk carcinomanya maka carcinomanya juga dikode. CMIIW

Ya bgitulah BPJSK. Proses pembelajaran ICD memang hrs trus mnerus. Pengennya sih ada lembaga resmi kaya "pengadilan koding" jika ada kasus2 masalah perselisihan koding. Sehingga jika ada satu kasus hasilnya bisa dipakai seluruh indonesia dan berlaku sama. Hehe..salam damai.

Reply

Posting Komentar

Jika ingin memberikan pertanyaan ataupun berdiskusi, mohon agar melalui kolom komentar pada artikel yang terkait dengan topik permasalahan.

ERROR - HALAMAN TIDAK TERSEDIA

Copyright © Hakayuci