Kode ICD Fraktur Patah Tulang Cruris

Tulang cruris adalah tulang tungkai bawah yang terdiri dari tulang pipa yaitu tulang tibia dan tulang fibula.

Kode ICD Fraktur patah tulang cruris tulang tibia dan tulang fibula : S82 Fracture of lower leg, including ankle

S82.0 Fracture of patella
            Knee cap
S82.1 Fracture of upper end of tibia
            Tibial:
            · condyles
            · head
            · proximal end
            · tuberosity
              with or without mention of fracture of fibula
S82.2 Fracture of shaft of tibia
            With or without mention of fracture of fibula
S82.3 Fracture of lower end of tibia
            With or without mention of fracture of fibula
            Excludes: medial malleolus ( S82.5 )
S82.4 Fracture of fibula alone
            Excludes: lateral malleolus ( S82.6 )
S82.5 Fracture of medial malleolus
            Tibia involving:
            · ankle
            · malleolus
S82.6 Fracture of lateral malleolus
            Fibula involving:
            · ankle
            · malleolus
S82.7 Multiple fractures of lower leg
            Excludes: fractures of both tibia and fibula:
            · lower end ( S82.3 )
            · shafts ( S82.2 )
            · upper end ( S82.1 )
S82.8 Fractures of other parts of lower leg
            Fracture (of):
            · ankle NOS
            · bimalleolar
            · trimalleolar
S82.9 Fracture of lower leg, part unspecified


Tambahan digit ke empat kode ICD penanda fraktur terbuka atau tertutup
0 closed tertutup
1 open terbuka

S82.00 Closed Fracture of patella
S82.01 Open Fracture of patella

Kode ICD Fraktur Patah Tulang Pedis

Tulang pedis adalah tulang bagian paling bawah dari rangkaian tulang ekstremitas bawah yang terdiri dari 7 buah tulang tarsal (tarsus), 5 buah tulang metatarsal (metatarsus), dan 14 buah tulang phalanx (jari kaki).

Kode ICD Fraktur tulang pedis tarsal metatarsal phalanx : S92 Fracture of foot, except ankle

S92.0 Fracture of calcaneus
            Heel bone
            Os calcis
S92.1 Fracture of talus
            Astragalus
S92.2 Fracture of other tarsal bone(s)
            Cuboid
            Cuneiform, foot (intermediate)(lateral)(medial)
            Navicular, foot
S92.3 Fracture of metatarsal bone
S92.4 Fracture of great toe
S92.5 Fracture of other toe
S92.7 Multiple fractures of foot
S92.9 Fracture of foot, unspecified

 

Tambahan digit ke empat kode ICD penanda fraktur terbuka atau tertutup
0 closed tertutup
1 open terbuka

S92.00 Closed Fracture of calcaneus
S92.01 Open Fracture of calcaneus

Kode ICD Fraktur Patah Tulang Antebrachi

Antebrachi adalah batang tulang radius dan tulang ulna. Fraktur antebrachi adalah patah tulang pada lengan bawah yaitu pada tulang radius dan ulna. 

Kode ICD fraktur patah tulang antebrachi radius ulna sesuaikan dengan letak posisi patah tulangnya : S52 Fracture of forearm.

S52.0 Fracture of upper end of ulna
            Coronoid process
            Elbow NOS
            Monteggia's fracture-dislocation
            Olecranon process
            Proximal end
S52.1 Fracture of upper end of radius
            Head
            Neck
            Proximal end
S52.2 Fracture of shaft of ulna
S52.3 Fracture of shaft of radius
S52.4 Fracture of shafts of both ulna and radius
S52.5 Fracture of lower end of radius
            Colles' fracture
            Smith's fracture
S52.6 Fracture of lower end of both ulna and radius
S52.7 Multiple fractures of forearm
            Excludes: fractures of both ulna and radius:
            · lower end ( S52.6 )
            · shafts ( S52.4 )
S52.8 Fracture of other parts of forearm
            Lower end of ulna
            Head of ulna
S52.9 Fracture of forearm, part unspecified


Tambahan digit ke empat kode ICD penanda fraktur terbuka atau tertutup
0 closed tertutup
1 open terbuka

S52.00 Closed Fracture of upper end of ulna
S52.01 Open Fracture of upper end of ulna

Kode ICD 10 VL Vulnus Laceration

Kode ICD 10 VL Vulnus Laceration / Luka Robek

Vulnus Laceration / vulnus laserasi adalah luka robek pada jaringan lunak tubuh. Dalam kode ICD 10 vulnus laceration menggunakan istilah open wound. Langkah mencarinya pertama cari istilah wound selanjutnya cari istilah open, kemudian sesuaikan letak dimana letak lukanya. Contoh ICD 10 wound open :

Luka robek di kepala S01.9 Open wound of head, part unspecified
Luka robek di tangan S61.9 Open wound of wrist and hand part, part unspecified
Luka robek di kaki S81.9 Open wound of lower leg, part unspecified

Untuk vulnus laceration lebih satu luka gunakan istilah multiple. Contoh :

Luka robek multiple di kaki T01. 3 Open wounds involving multiple regions of lower limb(s)
Luka robek multiple di tangan T01.2 Open wounds involving multiple regions of upper limb(s)

Adalagi istilah luka lagi yang sering ditemui selain vulnus laceration yaitu vulnus excoriatum / vulnus excoriasi. Baca di Kode ICD 10 vulnus excoriatum / vulnus excoriasi.

Kode ICD 10 Combustio Luka Bakar Burn

 

Kode ICD 10 Combustio Luka Bakar Burn.
Combustio / Luka Bakar / Burn Wound adalah trauma yang disebabkan oleh api, uap panas, air panas, benda panas, arus listrik, bahan kimia atau petir yang mengenai kulit, mukosa atau jaringan yang lebih dalam.

Kode ICD Combustio Luka Bakar Burn terbagi dalam beberapa derajat :
Derajat tidak spesifik T30.0
Derajat 1 T30.1 : epidermis
Derajat 2 T30.2 : 2a (superficial) derajat 2b (deep)
Derajat 3 T30.3 : sampai otot / tulang


Kode ICD Combustio Luka Bakar Burn terbagi dalam persentase luka pada tubuh :
Luka bakar kurang dari 10%  T31.0
Luka bakar 10-19% T31.1
Luka bakar 20-29%  T31.2
Luka bakar 30-39% T31.3
Luka bakar 40-49% T31.4
Luka bakar 50-59% T31.5
Luka bakar 60-69% T31.6
Luka bakar 70-79% T31.7
Luka bakar 80-89% T31.8
Luka bakar 90% T31.9


Referensi Kode ICD
T30 Burn and corrosion, body region unspecified
Excludes: burn and corrosion with statement of the extent of body surface involved ( T31-T32 )

T30.0 Burn of unspecified body region, unspecified degree
Burn NOS

T30.1 Burn of first degree, body region unspecified
First-degree burn NOS

T30.2 Burn of second degree, body region unspecified
Second-degree burn NOS

T30.3 Burn of third degree, body region unspecified
Third-degree burn NOS

T31 Burns classified according to extent of body surface involved
Note: This category is to be used as the primary code only when the site of the burn is unspecified. It may be used as asupplementary code, if desired, with categories T20-T25, T29 when the site is specified.

T31.0 Burns involving less than 10% of body surface
T31.1 Burns involving 10-19% of body surface
T31.2 Burns involving 20-29% of body surface
T31.3 Burns involving 30-39% of body surface
T31.4 Burns involving 40-49% of body surface
T31.5 Burns involving 50-59% of body surface
T31.6 Burns involving 60-69% of body surface
T31.7 Burns involving 70-79% of body surface
T31.8 Burns involving 80-89% of body surface
T31.9 Burns involving 90% or more of body surface



Kode ICD Bayi Makrosomia Bayi Berat Badan Lahir Besar BBLB

 

Kode ICD Bayi Makrosomia

Oleh kodeicd.com 

Makrosomia merupakan kondisi berat badan bayi yang lahir lebih dari 4000 gram. Kondisi bayi lahir dengan makrosomia mempunyai resiko cukup tinggi yang mungkin terjadi pada ibu maupun janin.

Kode ICD Bayi Makrosomia P08.0
Istilah lain kode ICD makrosomia : Bayi berat badan besar, BBLB

P08.0 Exceptionally large baby
birthweight; high, exceptionally (4500 grams or more)
large; fetus, exceptionally large

Dalam kode ICD kriteria bayi berat badan besar adalah berat badan bayi lebih dari 4500 gram.

Kode ICD Abses Abscess

 Kode ICD Abses Abscess

Abses adalah benjolan berisi nanah yang bisa muncul di berbagai area tubuh,

Kode ICD Abses dinding perut  L02.2
Kode ICD Abses kaki L02.4
Kode ICD Abses anus K61.0
Kode ICD Abses tangan L02.4
Kode ICD Abses punggung L02.4
Kode ICD Abses bartholin bartolin N75.1
Kode ICD Abses otak brain G06.0
Kode ICD Abses payudara breast N61
Kode ICD Abses cervix N72
Kode ICD Abses dinding dada L02.2
Kode ICD Abses cornea H16.3
Kode ICD Abses telinga kuping luar H60.0
Kode ICD Abses wajah L02.0
Kode ICD Abses jari kuku L03.0
Kode ICD Abses gingiva K05.2
Kode ICD Abses bokong L02.3
Kode ICD Abses usus K63.0
Kode ICD Abses intra abdominal peritoneal K65.0
Kode ICD Abses intracranial G06.0
Kode ICD Abses sendi joint lutut M00.9
Kode ICD Abses vulva labium N76.4
Kode ICD Abses larynx J38.7
Kode ICD Abses bibir K13.0
Kode ICD Abses liver K75.0
Kode ICD Abses paru-paru J85.2
Kode ICD Abses leher L02.1
Kode ICD Abses puting nipple N61
Kode ICD Abses perineum non obstetri L02.2
Kode ICD Abses urethra N34.0
Kode ICD Abses periodontal K05.2
Kode ICD Abses perirectal K61.1
Kode ICD Abses pharynx
Kode ICD Abses pleura J86.9
Kode ICD Abses pulpal K04.0
Kode ICD Abses scalp L02.8
Kode ICD Abses scrotum skrotum L02.8
Kode ICD Abses testis N45.0
Kode ICD Abses thorax J86.9
Kode ICD Abses vagina N76.0
Kode ICD Abses luka operasi T81.4

Kode ICD KPD Ketuban Pecah Dini

 

Kode ICD KPD Ketuban Pecah Dini

KPD kepanjangan dari ketuban pecah dini dalam bahasa medis premature rupture of membranes.
KPD merupakan kondisi keluarnya cairan dari jalan lahir setelah usia kehamilan 22 minggu dan ketuban dinyatakan pecah dini jika terjadi sebelum proses persalinan berlangsung.

Kode ICD KPD Ketuban Pecah Dini O42.9

Beberapa jenis kode ICD KPD sebagai berikut :

Kode ICD KPD yang terjadi pada permulaan persalinan dalam waktu 24 jam O42.0
O42.0 Premature rupture of membranes, onset of labour within 24 hours

Kode ICD KPD yang terjadi pada permulaan persalinan setelah waktu 24 jam O42.1
O42.1 Premature rupture of membranes, onset of labour after 24 hours
Excl.:with labour delayed by therapy (O42.2)

KPD dengan kondisi persalinan tertunda dengan terapi O42.2
O42.2 Premature rupture of membranes, labour delayed by therapy

Kode ICD KPD yang tidak spesifik menyebutkan waktu permulaan terjadinya O42.9
O42.9 Premature rupture of membranes, unspecified

Kode ICD Dispnoe Dyspnoe Dyspnea Dyspnoea Sesak Nafas

 Kode ICD Dispnoe Dyspnoe Sesak Nafas

Dyspnoe kondisi yang bersifat subjektif berupa kesulitan / sesak / tidak enak / tidak nyaman saat bernafas. Dyspnoe merupakan kode gejala penyakit pernafasan yang masuk dalam kelompok Symptoms and signs involving the circulatory and respiratory systems (R00-R09).

Kode ICD Dispnoe Dyspnoe Sesak Nafas R06.0


Referensi Kode ICD R06 :

R06 Abnormalities of breathing
    Exclude: respiratory:
                    arrest (R09.2)
                  distress:
                    syndrome of adult (J80)
                    in newborn (P22.-)
                    failure (J96.-)
                    failure of newborn (P28.5)

R06.0 Dyspnoea Orthopnoea Shortness of breath
    Exclude : transient tachypnoea of newborn (P22.1)
R06.1 Stridor
    Exclude : congenital laryngeal stridor (P28.8) laryngismus (stridulus) (J38.5)
R06.2 Wheezing
R06.3 Periodic breathing Cheyne-Stokes breathing
R06.4 Hyperventilation
    Exclude : psychogenic hyperventilation (F45.3)
R06.5 Mouth breathing Snoring
    Exclude : dry mouth NOS (R68.2)
R06.6 Hiccough
    Exclude : psychogenic hiccough (F45.3)
R06.7 Sneezing
R06.8 Other and unspecified abnormalities of breathing Apnoea NOSBreath-holding (spells)Choking               sensation Sighing
   Exclude: apnoea (of) :
                       
newborn (P28.4)
                        sleep (G47.3)
                            sleep : newborn (primary) (P28.3)

 

Kode ICD Pre Eklamsia Berat (PEB)

 

Kode ICD Pre Eklamsia Berat (PEB)

Pre eklamsia adalah komplikasi kehamilan yang ditandai dengan tekanan darah tinggi dan adanya protein pada urine yang berpotensi berbahaya.Sedangkan eklamsia merupakan akibat yang ditimbulkan oleh pre-eklampsia. Eklampsia ditandai dengan kejang yang dapat diikuti dengan kehilangan kesadaran atau koma.

Macam-macam kode ICD Pre Eklamsia :

Kode ICD Pre Eklamsia Sedang (Moderate) O14.0
Kode ICD Pre Eklamsia Berat (Severe) O14.1 dibuktikan dengan protein urine yang signifikan.
Kode ICD Pre Eklamsia tidak spesifik O14.9 

Macam-macam Kode ICD Eklamsia :

Kode ICD Eklamsia dalam kehamilan (pregnancy) O15.0
Kode ICD Eklamsia dalam persalinan (labor) O15.1
Kode ICD Eklamsia dalam nifas post persalinan (puerperium) O15.2
Kode ICD Eklamsia tidak spesifik O15.9

Tag : PEB, PER, Pre eclamsia, pre-eclamsia, pre eklamsia, pre-eklamsia, eclamsia, eklamsia, kehamilan, persalinan, nifas.

Referensi Kode ICD Pre Eklamsia dan Eklamsia :

O14 Gestational [pregnancy-induced] hypertension with significant proteinuria Excl.:superimposed pre-eclampsia (O11)
O14.0 Moderate pre-eclampsia
O14.1 Severe pre-eclampsia
O14.2 HELLP syndrome Combination of hemolysis, elevated liver enzymes and low platelet count
O14.9 Pre-eclampsia, unspecified 

O15 Eclampsia Incl.:convulsions following conditions in O10-O14 and O16eclampsia with pregnancy-induced or pre-existing hypertension
O15.0 Eclampsia in pregnancy
O15.1 Eclampsia in labour
O15.2 Eclampsia in the puerperium
O15.9 Eclampsia, unspecified as to time period Eclampsia NOS

Kode ICD DM Diabetes Melitus

 

Kode ICD DM Diabetes Melitus.

Diabetes Melitus (DM) merupakan penyakit yang disebabkan oleh organ pankreas gagal memproduksi hormon insulin yang tidak memadai, sehingga menyebabkan kadar glukosa meningkat dalam darah. 

Macam-macam kode ICD Diabetes Melitus 

Kode ICD DM Diabetes melitus tidak spesifik tanpa komplikasi E14.9
Kode ICD DM Diabetes melitus tipe 1 ketergantungan insulin (insulin dependent) tanpa komplikasi E10.9
Kode ICD DM Diabetes melitus tipe 2 tidak ketergantungan insulin (non insulin dependent) tanpa komplikasi E11.9

Kode komplikasi yang terkait dengan kode ICD diabetes melitus :

Kode ICD DM tidak spesifik komplikasi dengan koma E14.0
Kode ICD DM tidak spesifik komplikasi dengan ketoacidosis E14.1
Kode ICD DM tidak spesifik komplikasi dengan penyakit ginjal E14.2
Kode ICD DM tidak spesifik komplikasi dengan penyakit opthalmic mata E14.3 contoh DM dengan katarak E14.3 dan H28.0
Kode ICD DM tidak spesifik komplikasi dengan penyakit saraf neurological E14.4
Kode ICD DM tidak spesifik komplikasi dengan penyakit sirkulasi periferal peripheral circulatory E14.5 Contoh : DM dengan ulkus E14.5
Kode ICD DM tidak spesifik komplikasi dengan spesifik lainnya E14.6
Kode ICD DM tidak spesifik komplikasi dengan multiple komplikasi E14.7
Kode ICD DM tidak spesifik komplikasi tidak spesifik E14.8

Kode ICD DM pada kondisi lain :

Kode ICD DM dalam kehamilan O24.4
Kode ICD Syndrome Bayi dari ibu DM P70.1
Kode ICD Bayi DM bawaaan P70.2




 

 

 

Kode ICD 10 Diagnosis Kelompok Huruf C yang Sering Ditemui

Kode ICD 10 Diagnosis Kelompok Huruf C yang Sering Ditemui

Cachexia R64
Cacingan B83.9
Calculus bile duct batu empedu K80.5
Calculus bladder batu saluran kemih N21.0
Calculus kidney renal batu ginjal N20.0
Candidiasis bayi P37.5
Candidiasis mulut B37.0
Carbuncle L02.9
Carbuncle telinga H60.0
Carbunclehidung J34.0
Carcinoma cancer kode ICD awalan C
Cardiac anomaly kelainan jantung bawaan Q24.9
Cardiac failure I50.9
Cardiac hypertrophy I51.7
Cardiac infarction I21.9
Cardiomegaly I51.7
Cardiomyopathy I42.9
Caries dentis K02.9
Carpal tunnel syndrome G56.0
Cataract H26.9
Catheter infection (suprapubic) T83.5
Cellulitis L03.9
Cerebral abscess G06.0
Cerebral contusion contusio cerebri S06.2
Cerebral injury cedera S06.9
Cerebrovascular disorder disease I67.9
Cervical fracture S12.9
Cervicitis N72
Cervix polyp N84.1
Cervix rupture kasus cedera S37.6
Cervix rupture kasus obstetrical (current / saat ini) O71.3
Cesarean section partus lahiran O82.9
Chest pain R07.4
Chikungunya A92.0
Chocolate cyst kista coklat N80.1
Combustio T30.0 sd T30.3 atau T31.0 sd T31.9 sumber : detail kode ICD combustio luka bakar
Corona virus B34.2

Kode ICD 10 Diagnosis Kelompok Huruf C yang Sering Ditemui

Kode ICD 10 Abortus Kehamilan Ante Partum Pregnancy Kelahiran Delivery Partus Puerperal Post Partus

 

Berikut ini beberapa kode ICD kategori abortus kehamilan ante partum pregnancy kelahiran delivery puerperal post partum, penyulit kehamilan, komplikasi dalam kehamilan.

Kode ICD Abortus incomplete
O06.4 Unspecified abortion, incomplete, without complication

Kode ICD BO (Blighted Ovum)
O02.0 Blighted ovum and nonhydatidiform mole

Kode ICD KET (Kehamilan ektopik terganggu)
O00.9 Ectopic pregnancy

Kode ICD ISK (Infeksi Saluran Kemih) dalam kehamilan
O23.5 Infections of the genital tract in pregnancy

Kode ICD Partus macet
O66.9 Other obstructed labour 

Kode ICD Kala I lama
O63.0 Prolonged first stage (of labour) 

Kode ICD Kala II lama
O63.1 Prolonged second stage (of labour)

Kode ICD CPD (Cephalopelvic Disproportion)
O33.9 Maternal care for disproportion, unspecified
O65.4 Cephalopelvic; disproportion, causing obstructed labor

Kode ICD Hamil bayi kembar
O30.9 Pregnancy multiple

Kode ICD Oligohidramnion tanpa KPD (Ketuban Pecah Dini)
O41.0 Oligohydramnios without mention of rupture of membranes

Kode ICD KPD (Ketuban Pecah Dini)
O42.0 - O42.9 Premature rupture of membranes

Kode ICD riwayat SC dengan partus SC
O34.2 Maternal care due to uterine scar from previous surgery. Maternal care for scar from previous caesarean section.

Kode ICD IUFD (Intrauterine fetal death)
O36.4 Maternal care for intrauterine death

Kode ICD riwayat SC dengan partus spontan (non SC)
O75.7 vaginal delivery following previous caesarean section NOS

Kode ICD ISK (Infeksi Saluran Kemih) post partus puerperal nifas
O86.2 Urinary tract infection following delivery
Conditions in N10-N12, N15.-, N30.-, N34.-, N39.0 following delivery

Kode ICD Anemia dalam kehamilan kelahiran masa nifas
O99.0 Anaemia complicating pregnancy, childbirth and the puerperium
Conditions in D50-D64 

Kode ICD Hamil dengan kista, tumor, myoma, myopia
O99.8 Other specified diseases and conditions complicating pregnancy, childbirth and the puerperium
Combination of conditions classifiable to O99.0-O99.7
Conditions in C00-D48, H00-H95, M00-M99, N00-N99, and Q00-Q99

Kode ICD Status Kelahiran bayi
Z37.0 Single live birth ( Bayi tunggal lahir hidup )
Z37.1 Single stillbirth ( Bayi tunggal lahir meninggal )

 

Data akan diupdate jika ada tambahan.
Semoga dapat membantu memilih kode ICD dalam membuat rujukan atau penerbitan Surat Eligibilitas Peserta.

Memahami Usia Kehamilan dan Usia Bayi dalam ICD 10

Usia kehamilan
Lama kehamilan diukur dari hari pertama last normal menstrual period atau hari pertama haid terakhir (HPHT). Usia kehamilan dinyatakan dalam hari penuh atau minggu penuh (misalnya 280-286 hari penuh setelah HPHT dianggap 40 minggu kehamilan).

Untuk menghitung usia kehamilan dari tanggal HPHT dan hari lahir, harus diingat bahwa hari pertama adalah hari 0 dan bukan hari 1; jadi hari 0-6 adalah minggu 0; hari 7-13 adalah minggu 1; dan minggu ke-40 adalah minggu 39. Kalau tanggal HPHT tidak diketahui, usia kehamilan harus didasarkan pada perkiraan klinis terbaik. 

Untuk mencegah kesalahpahaman, tabulasi hendaknya berisi minggu dan hari. Berikut ini pembagian masa kehamilan :
Pre-term : <37 minggu lengkap (kurang dari 259 hari) kehamilan.
Term  : 37 minggu lengkap sampai <42 minggu (259-293 hari) kehamilan.
Post-term : 42 minggu lengkap atau lebih (294 hari atau lebih) kehamilan.

Contoh penggunaan masa kehamilan dalam ICD 10 :

O48 Prolonged pregnancy - Post-dates, post-term
O60. Kelahiran preterm
Awal persalinan (spontan) sebelum lengkap 37 minggu kehamilan
O61.   Kegagalan induksi persalinan
O61.0 Kegagalan induksi persalinan medis
           Kegagalan induksi (persalinan) medis dengan: oxytocin, prostaglandins
O61.1 Kegagalan induksi persalinan dengan instrumen
           Kegagalan induksi (persalinan) medis secara: mekanis, bedah
O61.8 Kegagalan induksi persalinan lainnya.
O61.9 Kegagalan induksi persalinan, tidak dijelaskan

Usia Bayi
Masa perinatal dimulai dari 22 minggu lengkap (154 hari) kehamilan (saat berat lahir biasanya 500 gram), sampai 7 hari lengkap setelah lahir.

Masa neonatal dimulai sejak lahir sampai 28 hari lengkap. 

Kematian neonatus dini terjadi dalam 7 hari pertama kehidupan, dan lanjut setelah 7 hari tapi belum lengkap 28 hari kehidupan.

Usia kematian pada hari pertama kehidupan (hari 0) harus dicatat dalam menit atau jam lengkap kehidupan. 

Untuk hari kedua (hari 1), ketiga (hari 2) dan selama 27 hari lengkap kehidupan, usia pada waktu meninggal harus dicatat dalam satuan hari.

Contoh penggunaan usia bayi dalam ICD 10 :

P07.3 Other preterm infants
28 completed weeks or more but less than 37 completed weeks (196
completed days but less than 259 completed days) of gestation.

[ Referensi : Manual ICD 10 Volume 2 tahun 2010]

ICD 10 Diagnosis Kelompok Huruf B yang Sering Ditemui

DIAGNOSIS KODE ICD X Kelompok Huruf B yang Sering Ditemui

Baker's kista   M71.2
Bakteri infeksi / Bakteremia    A49.9
Balanitis / Balanoposthitis    N48.1
Bartolin abses    N75.1
Bartolin kista    N75.0
Bartolintitis    N75.8
Batu empedu    K80.8
Batu ginjal    N20.0
Batu saluran kemih    N20.9
Batu ureter   N20.1
Batu uretra    N21.1
Batuk darah / Hemoptysis    R04.2
Batuk rejan / Pertusis    A37.9
Bayi anemia    P61.4
Bayi apnoe    P28.4
Bayi asfiksia berat   P21.0
Bayi asfiksia ringan   P21.1
Bayi aspirasi susu   P24.3
Bayi berat lahir rendah (BBLR) 1000-2499 gram    P07.1
Bayi berat lahir sangat rendah (BBLSR) kurang 999 gram    P07.0
Bayi besar (Berat 4500 grams atau lebih)   P08.0
Bayi hipoglikemia   P70.4
Bayi ikterik jaundice hyperbilirubinemia  P59.9
Bayi kejang   P90
Bayi lahir prematur   P07.3
Bayi lahir SC   P03.4
Bayi lahir vakum    P03.3
Bayi mati    P95
Bayi meninggal dalam kandungan (IUFD)  kode untuk ibunya   O36.4
Bayi normal tunggal lahir di luar rumah sakit   Z38.1
Bayi normal tunggal lahir di rumah sakit   Z38.0
Bayi perdarahan   P54.9
Bayi sianosis cyanosis    P28.2
Behavioral disorder    F91.9
Bells Palsy    G51.0
Benda asing pada hidung   T 17.1
Benda asing pada telinga   T 16
Biang keringat    L81.1
Bibir sumbing    Q36.9
Biduran    L50.9
Bile duct calculus    K80.5
Bilgted ovum (BO)    O02.0
Bintitan / Hordeolum    H00.0
Bipolar disorder   F31.9
Bisul    L02.9
Bite animal    T63.4
Bite snake   T63.0
Bleeding post coitus    N93.0
Blefaritis    H01.0
Block atrioventricular    I44.3
Block bundle branch left (LBBB)   I44.7
Block bundle branch right (RBBB)    I45.1
BPH / Benign prostate Hyperplasia   N40
Bradicardia    R00.1
Bronchitis / Bronkitis   J40
Bronchitis / Bronkitis akut umur kurang 15 tahun  J20.9
Bronchitis / Bronkitis akut    J20.9
Bronchitis / Bronkitis kronik    J42
Bronchopnemunia    J18.0
Bronciektasis    J47
Bronkiektasis    J 47
Buka spiral    Z30.5
Bursitis / Bursopathy   M71.9
Buta warna    H53.5

Koding ICD Kasus I50.- Congestive Heart Failure (CHF)

Congestive heart failure atau gagal jantung yang dicirikan oleh ketidakmampuan jantung untuk memompa darah pada volume yang cukup untuk memenuhi kebutuhan metabolik jaringan.



Gagal jantung dapat disebabkan oleh cacat organ, kelainan fungsional (disfungsi ventrikel), atau kelebihan beban tiba-tiba di luar kapasitasnya.

Gagal jantung kronis lebih sering terjadi daripada gagal jantung akut yang diakibatkan jantung tidak berfungsi maksimal secara tiba-tiba seperti contoh pada kasus infark miokard.

Gagal jantung adalah suatu kondisi di mana jantung tidak dapat memompa cukup darah ke seluruh tubuh. Gagal jantung tidak berarti jantung berhenti atau akan berhenti bekerja. Itu berarti bahwa jantung kerja jantung melemah dalam proses mempompa darah.

Melemahnya kemampuan memompa jantung menyebabkan penumpukan cairan di kaki, pergelangan kaki dan kaki yang disebut edema, kelelahan dan sesak nafas. Penyebab utama gagal jantung adalah penyakit arteri koroner, tekanan darah tinggi dan diabetes

Include dalam kode ICD I50.-
  • Congestive heart failure
  • Right ventricular failure (secondary to left heart failure)
Kategori exclude kode I50.-
Heart failure dengan komplikasi :
  • CHF dengan abortus ectopic atau molar pregnancy (O00-O07, O08.8)
  • CHF karena operasi dan tindakan obstetri (O75.0)
  • CHF dengan hipertensi (I11.0)
  • CHF dengan renal disease (I13.-)
  • CHF yang mengikuti operasi cardiac (I97.1)
  • CHF pada neonatal (P29.0)
Catatan
Apabila ditemukan tanda-tanda edema paru dan CHF kode ICD I50.1

Sekian, Semoga bermangfangat

Perlu diperhatikan Catatan Pada ICD 10 Chapter X Kode J

Chapter X
Diseases of the respiratory system
(J00-J99)

Note:
When a respiratory condition is described as occurring in more than one site and is not specifically indexed, it should be classified to the lower anatomic site (e.g., tracheobronchitis to bronchitis in J40).
Excl.:
certain conditions originating in the perinatal period (P00-P96)
certain infectious and parasitic diseases (A00-B99)
complications of pregnancy, childbirth and the puerperium (O00-O99)
congenital malformations, deformations and chromosomal abnormalities (Q00-Q99)
endocrine, nutritional and metabolic diseases (E00-E90)
injury, poisoning and certain other consequences of external causes (S00-T98)
neoplasms (C00-D48)
symptoms, signs and abnormal clinical and laboratory findings, not elsewhere classified (R00-R99)
Ketika diagnosis kondisi pernafasan terjadi pada lebih dari satu lokasi maka harus diklasifikasikan ke lokasi anatomi yang terbawah.
Misalnya, tracheobronchitis untuk bronkitis maka kode hanya J40.

Kumpulan ICD 10 Kasus Kehamilan yang Sering Ditemui

O14    Pre-eklampsia
O14.0 Pre-eklampsia sedang
O14.1 Pre-eklampsia berat
O14.9 Pre-eklampsia, tidak dijelaskan

O15 Eklampsia
Termasuk:    kejang yang terjadi setelah timbulnya kondisi O10-O14 dan O16
O15.0 Eklampsia pada kehamilan
O15.1 Eklampsia pada waktu melahirkan
O15.2 Eklampsia pada nifas
O15.9 Eklampsia: tidak dijelaskan waktunya, NOS
O16    Hipertensi maternal yang tidak dijelaskan
           Hipertensi sementara pada kehamilan

O21.0 HEG - Hyperemesis gravidarum ringan
 
O24 Diabetes mellitus pada kehamilan
Termasuk:    pada kelahiran dan nifas
O24.0 Diabetes mellitus yang sebelumnya telah ada, insulin-dependent
O24.1 Diabetes mellitus yang sebelumnya telah ada, non-insulin-dependent
O24.2 Diabetes mellitus akibat malnutrisi yang sebelumnya telah ada
O24.3 Diabetes mellitus yang tidak dijelaskan yang sebelumnya telah ada
O24.4 Diabetes mellitus yang muncul sewaktu hamil
           Gestational diabetes mellitus (diabetes mellitus akibat kehamilan) NOS
O24.9 Diabetes mellitus pada kehamilan, tidak dijelaskan

O32 Asuhan ibu untuk malpresentasi fetus yang diketahui atau dicurigai.
Presentasi normal adalah ‘occiput anterior’, yaitu ubun-ubun kecil di anterior ibu. 
Presentasi lain bisa ‘occiput posterior’, muka, dahi, dan bokong (‘breech’) atau sungsang. 
Presentasi bahu bisa terjadi ketika janin melintang (oblique or transverse) terhadap ibu.
Termasuk: kondisi berikut sebagai alasan untuk : observasi, perawatan, atau asuhan obstetri lain,
                 seksio cesar sebelum persalinan (kala I) dimulai.
Kecuali : kondisi berikut dengan obstruksi persalinan (O64.-)
O32.0 Asuhan ibu untuk letak (lie) anak yang tidak stabil
O32.1 Asuhan ibu untuk presentasi sungsang
O32.2 Asuhan ibu untuk letak transversa dan oblique (‘lintang’)
           Presentasi: transversa, oblique
O32.3 Asuhan ibu untuk presentasi muka, dahi, dan dagu
O32.4 Asuhan ibu untuk kepala yang masih tinggi di saat term (cukup bulan)
           Kegagalan kepala janin memasuki pelvic brim (pinggir atas panggul)
O32.5 Asuhan ibu untuk hamil ganda dengan malpresentasi 1 janin atau lebih
O32.6 Asuhan ibu untuk presentasi campuran (‘compound’)
O32.8 Asuhan ibu untuk malpresentasi lain janin
O32.9 Asuhan ibu untuk malpresentasi janin yang tidak dijelaskan

O33 Asuhan ibu untuk disproporsi yang diketahui atau dicurigai
Termasuk:  kondisi berikut sebagai alasan untuk:
                  observasi, perawatan, atau asuhan obstetri lain,
                  seksio cesar sebelum persalinan (kala I) dimulai.
Kecuali: kondisi berikut dengan dengan obstruksi persalinan (O65-O66)
O33.0 Asuhan ibu untuk disproporsi akibat deformasi tulang pelvik ibu
           Deformitas pelvik menyebabkan disproporsi NOS
O33.1 Asuhan ibu untuk disproporsi akibat penyempitan panggul secara umum
           Penyempitan pelvis NOS menyebabkan disproporsi
O33.2 Asuhan ibu untuk disproporsi akibat penyempitan inlet panggul
           Penyempitan pintu atas (inlet) panggul menyebabkan disproporsi
O33.3 Asuhan ibu untuk disproporsi akibat penyempitan outlet panggul
           Penyempitan rongga tengah panggul menyebabkan disproporsi
           Penyempitan pintu bawah panggul (outlet) menyebabkan disproporsi
O33.4 Asuhan ibu untuk disproporsi campuran yang berasal dari ibu dan janin
O33.5 Asuhan ibu untuk disproporsi akibat janin yang besar dari biasanya
           Disproporsi akibat janin dengan janin yang terbentuk normal, disproporsi janin NOS
O33.6 Asuhan ibu untuk disproporsi akibat janin hydrocephalus
O33.7 Asuhan ibu untuk disproporsi akibat deformitas janin lainnya
           Disproporsi akibat: kembar siam
           janin dengan: asites, hidrops, meningomyelocele, teratoma sakrum, tumor
O33.8 Asuhan ibu untuk disproporsi dengan penyebab lain
O33.9 Asuhan ibu untuk disproporsi, tidak dijelaskan
           Disproporsi: sefalopelvik NOS, fetopelvik NOS

O40 Polyhydramnios
Hydramnios

O41 Kelainan lain pada cairan dan selaput ketuban
Kecuali: ketuban pecah dini –Premature rupture of membranes (O42.-)
O41.0 Oligohydramnios
           Oligohydramnios tanpa disebutkan ketuban pecah

O42 Premature rupture of membranes – ketuban pecah dini
O42.0 Premature rupture of membranes, persalinan dimulai dalam 24 jam
O42.1 Premature rupture of membranes, persalinan dimulai setelah 24 jam
            Kecuali: dengan persalinan diperlambat oleh terapi (O42.2)
O42.2 Premature rupture of membranes, persalinan diperlambat oleh terapi
O42.9 Premature rupture of membranes, tidak dijelaskan

O44 Placenta praevia
O44.0 Placenta praevia yang dinyatakan tanpa perdarahan
            Implantasi rendah plasenta yang dinyatakan tanpa perdarahan
O44.1 Placenta praevia dengan perdarahan
            Implantasi rendah plasenta, NOS atau dengan perdarahan,
            Placenta praevia: marginal, partial atau total, NOS atau dengan perdarahan
            Kecuali:   persalinan yang dipersulit oleh perdarahan dari vasa praevia (O69.4)

O46 Perdarahan antepartum, not elsewhere classified
Kecuali:  perdarahan pada kehamilan dini (O20.-), perdarahan intrapartum NEC (O67.-)
                placenta praevia (O44.-), pemisahan prematur [abruptio] plasenta (O45.-)
O46.0 Perdarahan antepartum dengan cacad koagulasi
           Perdarahan antepartum (berlebihan) akibat:
           afibrinogenaemia, DIC, hyperfibrinolysis, hypofibrinogenaemia
O46.8 Perdarahan antepartum lainnya
O46.9 Perdarahan antepartum, tidak dijelaskan

O47 False labour – persalinan palsu
O47.0 False labour sebelum 37 minggu kehamilan
O47.1 False labour pada atau setelah 37 minggu kehamilan
O47.9 False labour, tidak dijelaskan

O48 Prolonged pregnancy
Post-dates, post-term

O60. Kelahiran preterm
Awal persalinan (spontan) sebelum lengkap 37 minggu kehamilan
O61.   Kegagalan induksi persalinan
O61.0 Kegagalan induksi persalinan medis
           Kegagalan induksi (persalinan) medis dengan: oxytocin, prostaglandins
O61.1 Kegagalan induksi persalinan dengan instrumen
           Kegagalan induksi (persalinan) medis secara: mekanis, bedah
O61.8 Kegagalan induksi persalinan lainnya.
O61.9 Kegagalan induksi persalinan, tidak dijelaskan

O63. Long labour – partus memanjang
O63.0 Kala I (persalinan) memanjang – sejak kontraksi dimulai
O63.1 Kala II (persalinan) memanjang – sejak pembukaan lengkap sampai lahir
O63.2 Kelahiran bayi kedua.pada twin, triplet, dst. tertunda
O63.9 Partus memanjang (long labour): tidak dijelaskan, NOS
           [Partus lama sering berarti “partus terlantar” yang kodenya bukan disini]

O64. Persalinan terhambat (obstructed labour) akibat malposisi dan malpresentasi fetus
O64.0 Persalinan terhambat akibat rotasi kepala janin tidak sempurna
           Deep transverse arrest
           Persalinan terhambat akibat (posisi) persisten:
           oksipito-iliaka, oksipito-posterior, oksipito-sakrum, oksipito-transversa
O64.1 Persalinan terhambat akibat presentasi sungsang
O64.2 Persalinan terhambat akibat presentasi muka
           Persalinan terhambat akibat presentasi dagu
O64.3 Persalinan terhambat akibat presentasi dahi
O64.4 Persalinan terhambat akibat presentasi bahu
           Prolapsed arm (lengan ‘menumbung’)
           Kecuali: bahu terhambat atau distosia bahu (O66.0)
O64.5 Persalinan terhambat akibat presentasi campuran
O64.8 Persalinan terhambat akibat malposisi dan malpresentasi lain
O64.9 Persalinan terhambat akibat malposisi dan malpresentasi yang tidak dijelaskan

O65. Persalinan terhambat akibat kelainan pelvik ibu
O65.0 Persalinan terhambat akibat deformasi pelvis
O65.1 Persalinan terhambat akibat panggul secara umum sempit
O65.2 Persalinan terhambat akibat penyempitan pintu atas panggul
O65.3 Persalinan terhambat akibat penyempitan pintu bawah dan rongga panggul
O65.4 Persalinan terhambat akibat disproporsi feto-pelvik, tidak dijelaskan
            Kecuali: distosia akibat kelainan janin (O66.2-O66.3)
O65.5 Persalinan terhambat akibat kelainan organ pelvik ibu
            Persalinan terhambat akibat kondisi yang tercantum pada O34.-
O65.8 Persalinan terhambat akibat kelainan lain pelvik ibu
O65.9 Persalinan terhambat akibat kelainan pelvik ibu yang tidak dijelaskan

O66. Persalinan terhambat lainnya
O66.0 Persalinan terhambat akibat distosia bahu
            Impacted shoulders
O66.1 Persalinan terhambat akibat locked twins – si kembar saling mengunci
O66.2 Persalinan terhambat akibat janin sangat besar
O66.3 Persalinan terhambat akibat kelainan lain pada janin
           Distosia akibat: kembar siam, janin hidrosefalus,
           asites, hydrops, meningomyelocele, sacral teratoma, atau tumor pada janin
O66.4 Kegagalan percobaan persalinan, tidak dijelaskan
           Kegagalan percobaan persalinan dengan kelahiran kemudian secara seksio sesar
O66.5 Kegagalan penggunaan ekstraksi vakum dan forseps, tidak dijelaskan
           Kegagalan ekstraksi vakum disusul dengan penggunaan forseps, atau 
           kegagalan ekstraksi forceps disusul dengan seksio sesar
O66.8 Persalinan terhambat lain yang dijelaskan
O66.9 Persalinan terhambat, tidak dijelaskan
           Dystocia: NOS, fetal NOS, maternal NOS

O68. Persalinan dipersulit oleh fetal stress [distress]
Termasuk: “fetal distress” pada persalinan dan kelahiran akibat pemberian obat
O68.0 Persalinan dan kelahiran dipersulit oleh kelainan fetal heart rate (FHR)
           Fetal: bradycardia, tachycardia, irama jantung tidak teratur
           Kecuali:   dengan meconium di dalam cairan amnion (O68.2)
O68.1 Persalinan dan kelahiran dipersulit oleh meconium di dalam cairan amnion
           Kecuali: dengan kelainan FHR (O68.2)
O68.2 Persalinan dan kelahiran dipersulit kelainan FHR dengan meconium di cairan amnion
O68.3 Persalinan dan kelahiran dipersulit oleh bukti biokimiawi fetal stress
           Asidemia atau gangguan keseimbangan asam basa pada janin
O68.8 Persalinan dan kelahiran dipersulit oleh bukti lain fetal stress
           Bukti fetal distress pada: EKG, USG
O68.9 Persalinan dan kelahiran dipersulit oleh fetal stress, tidak dijelaskan

O69. Persalinan dan kelahiran dipersulit oleh komplikasi tali pusat
O69.0 Persalinan dan kelahiran dipersulit oleh prolaps umbilikus
O69.1 Persalinan dan kelahiran dipersulit oleh umbilikus melilit leher, dengan penekanan
O69.2 Persalinan dan kelahiran dipersulit oleh umbilikus tersangkut lainnya
            Umbilikus tersangkut kusut pada kembar dengan kantong amnion tunggal
            Simpul pada umbilikus
O69.3 Persalinan dan kelahiran dipersulit oleh umbilikus pendek
O69.4 Persalinan dan kelahiran dipersulit vasa praevia [perdarahan dari vasa praevia]
O69.5 Persalinan dan kelahiran dipersulit oleh lesi pembuluh darah umbilikus
            Lecet atau haematoma umbilikus, thrombosis pembuluh darah umbilikus
O69.8 Persalinan dan kelahiran dipersulit oleh komplikasi umbilikus lainnya
O69.9 Persalinan dan kelahiran dipersulit oleh komplikasi umbilikus, tidak dijelaskan

O70. Laserasi perineum sewaktu melahirkan
Termasuk:  episiotomy yang diperlebar oleh laserasi
Kecuali: laserasi obstetrik tinggi tersendiri di vagina (O71.4)
O70.0 Luka perineum tingkat satu sewaktu melahirkan
           Luka, ruptur, atau robek ketika melahirkan (melibatkan)
           fourchette (lipatan kulit di balik vulva), vulva, vagina, labia, kulit
O70.1 Luka perineum tingkat dua sewaktu melahirkan
           Luka, ruptur, atau robek ketika melahirkan seperti O70.0, yang melibatkan:
           lantai pelvik, otot perineum, otot vagina
           Kecuali: melibatkan sphincter anus (O70.2)
O70.2 Luka perineum tingkat tiga sewaktu melahirkan
           Luka, ruptur, atau robekan ketika melahirkan seperti O70.1, yang melibatkan:
           septum rektovaginalis, sphincter anus, sphincter NOS,
           Kecuali: yang melibatkan mukosa anus atau rektum (O70.3)
O70.3 Luka perineum tingkat empat sewaktu melahirkan
           Luka, ruptur, atau robekan ketika melahirkan seperti O70.2, yang melibatkan:
           mukosa anus atau mukosa rektum,
O70.9 Luka perineum sewaktu melahirkan, tidak dijelaskan

O71. Trauma obstetrik lainnya
Termasuk: kerusakan oleh instrumen
O71.0 Ruptur uterus sebelum awal persalinan
O71.1 Ruptur uterus selama persalinan
           Ruptur uterus yang tidak dinyatakan terjadi sebelum awal persalinan
O71.2 Inversi uterus postpartum
O71.3 Luka obstetrik pada serviks
           Annular detachment of cervix – lepasnya serviks seperti cincin
O71.4 Luka obstetrik tinggi tersendiri di vagina
           Luka dinding vagina tanpa disebutkan luka perineum
           Kecuali: dengan luka perineum (O70.-)
O71.5 Cedera obstetrik lain pada organ pelvik
           Cedera obstetrik pada bladder atau urethra
O71.6 Kerusakan obstetrik terhadap sendi dan ligamen pelvik
           Avulsi (lepas) obstetrik rawan bagian dalam simfisis,
           Pemisahan traumatika obstetrik simfisis (pubis), kerusakan obstetrik koksigis
O71.7 Haematoma obstetrik pada pelvis
           Haematoma obstetrik: pada perineum, vagina, vulva
O71.8 Trauma obstetrik lain yang dijelaskan
O71.9 Trauma obstetrik, tidak dijelaskan

O72. Perdarahan setelah melahirkan (Postpartum haemorrhage)
Termasuk: perdarahan setelah kelahiran janin atau bayi
O72.0 Perdarahan kala III
           Perdarahan akibat plasenta tertinggal, terperangkap, atau melekat
           Plasenta tertinggal [retained placenta] NOS
O72.1 Perdarahan postpartum segera lainnya
           Perdarahan setelah kelahiran plasenta, perdarahan postpartum (atonik) NOS
O72.2 Perdarahan postpartum terlambat dan sekunder
           Perdarahan akibat tertahannya bagian plasenta atau membran
           Tertahannya produk konsepsi NOS, setelah kelahiran
O72.3 Cacat koagulasi postpartum
           Afibrinogenaemia atau fibrinolysis postpartum

O73. Tertahannya plasenta dan selaput ketuban, tanpa perdrahan
O73.0 Plasenta tertahan tanpa perdarahan
           Placenta accreta (melekat erat) tanpa perdarahan
O73.1 Bagian plasenta dan membran tertahan, tanpa perdarahan
            Produk konsepsi tertahan setelah kelahiran, tanpa perdarahan

O74. Komplikasi anestesia selama persalinan dan kelahiran
Termasuk : komplikasi maternal akibat pemberian anestetik umum atau lokal, analgesia
                  atau sedasi lain sewaktu persalinan dan melahirkan
O74.0 Pneumonitis aspirasi akibat anestesia selama persalinan dan kelahiran
           Inhalasi isi atau sekresi lambung NOS selama persalinan dan kelahiran
           Sindroma Mendelson akibat anestesia selama persalinan dan kelahiran
O74.1 Kompilasi paru-paru lainnya selama persalinan dan kelahiran
           Kolaps tekanan pada paru-paru akibat anestesia selama persalinan dan kelahiran
O74.2 Komplikasi anestesia terhadap jantung selama persalinan dan kelahiran
           Gagal jantung akibat anestesia selama persalinan dan kelahiran
O74.3 Komplikasi anestesia terhadap sistem syaraf pusat selama persalinan dan kelahiran
           Anoksia otak akibat anestesia selama persalinan dan kelahiran
O74.4 Reaksi toksik terhadap anestesia lokal selama persalinan dan kelahiran
O74.5 Sakit kepala akibat anestesia spinal dan epidural selama persalinan dan kelahiran
O74.6 Komplikasi lain anestesia spinal dan epidural selama persalinan dan kelahiran
O74.7 Intubasi gagal atau sulit selama persalinan dan kelahiran
O74.8 Komplikasi lain anestesia selama persalinan dan kelahiran
O74.9 Komplikasi anestesia selama persalinan dan kelahiran, tidak dijelaskan

O75. Komplikasi lain persalinan dan kelahiran, not elsewhere classified
Kecuali : sepsis nifas(O85), infeksi nifas (O86.-)
O75.0 Maternal distress selama persalinan dan kelahiran
O75.1 Shock selama atau sesudah persalinan dan kelahiran
           Obstetric shock
O75.2 Pyrexia selama persalinan dan kelahiran, not elsewhere classified
O75.3 Infeksi lain selama persalinan
           Septikemia selama persalinan
O75.4 Komplikasi lain dari operasi dan prosedur obstetrik
           Gagal jantung atau anoksia serebri setelah operasi sesar atau operasi dan
           prosedur obstetrik lainnya, Termasuk kelahiran NOS
           Kecuali:  komplikasi anestesia selama persalinan dan kelahiran (O74.-)
                           pada luka (bedah) obstetri dengan:
                           infeksi (O86.0), disrupsi (O90.0-O90.1), hematoma (O90.2)
O75.5 Kelahiran terlambat setelah membran dipecahkan secara artifisial
O75.6 Kelahiran terlambat setelah membran pecah spontan atau tidak dijelaskan
            Kecuali: ketuban pecah dini spontan (O42.-)
O75.7 Kelahiran per vaginam setelah seksio sesar sebelumnya
O75.8 Komplikasi lain persalinan yang dijelaskan
O75.9 Komplikasi persalinan, tidak dijelaskan

ICD 10 Diagnosis Kelompok Huruf A yang Sering Ditemui


DIAGNOSIS KODE ICD X Kelompok Huruf A yang Sering Ditemui

Abdominal pain R10.4
Ablasio retina / cornea H33.2
Abortus iminens O20.0
Abortus infeksius O08.0
Abortus inkomplit tanpa komplikasi O06.4
Abortus insiplens O02.1
Abortus lainnya O05
Abortus alasan medis O04
Abortus spontan O03
Abses tidak spesifik L02.9
Abses kulit dinding abdominal L02.2
Abses axilla (region), lymph node L04.2
Abses apendicular/appendix K 35.1
Abses bartolin bartholin's gland N75.1
Abses nose hidung J34.0
Abses cerebri G060
Abses colli leher L02.1
Abses cornea H16.3
Abses dada chest thorax J86.9
Abses gingiva K05.2
Abses ginjal kidney renal N15.1
Abses hati liver hepar K75.0
Abses inguinal L02.2
Abses kepala kulit L02.8
Abses lutut kiri/axilla/femur/femoral anggota gerak L02.4
Abses mamae payudara breast N61
Abses mandibula jaw K10.2
Abses mulut palate submandibular K12.2
Abses palpebra eyelid H00.0
Abses pantat buttock glutea L02.3
Abses perianal K61.0
Abses paru tanpa pneumonia J85.2
Abses paru dengan pneumonia J85.1
Abses peritonsilair J36
Abses periodental peridental gingiva K05.2
Abses perut intra abdominal intraperitoneal K65.0
Abses pinggang kiri L02.2
Abses pipi L02.0
Achelasia congenital Q39.5
Achelasia pylorus Q40.0
Acute abdomen R10.0
Acut laringotraceabroncitis laryngotracheobronchitis J20.9
Acut myelocitic / myeloid leukemia (AML) C92.0
Acut respiratory distress syndrom J80
Acute hepatic failure K72.0
Adamantinoma D16.5
Adeno Ca. gaster C16.9
Adeno Ca. colon C18.9
Adeno Ca. paru C34.9
Adenomyosis N80.0
Adnexitis N70.9
Agranulositosis D70
Akibat dari kemasukan benda asing melalui lubang tubuh T15, T16, T 17, T18, T19
Alergi T78.4
Alergi rhinitis akibat kerja J30.3
Aleukimia leukemia C95.7
ALL Acute lymphoblastic leukaemia C91.0
Amebiasis A06.9
Amenore amenorrhea N91.2
AMI ( infark miokard akut) I21.9
Anemia D64.9
Anemia aplastik lainnya D61
Anemia defisiensi zat besi D50
Anemia dalam kehamilan partus melahirkan O99.0
Anencepalus bayi Q00.0
Anencepalus kehamilan ibu O35.0
Aneurisme aorta abdominal tanpa rupture I71.4
Aneurisme aorta tidak spesifik I71.9
Angina pectoris I20.9
Angina pictoris unsiable I20.0
Angiofibroma nasofaring D10.6
Anoptalmos Q11.1
Anorexia R63.0
Anthraks anthrax antraks A 22
Antonia uteri O62.2
Anxietas anxiety F41.9
Aorta insuffisiensi I35.1
Apasia R47.0
APB O48.9
Apekia H27.0
Apendicitis K37
Apendicitis acute K35.8
Apendicitis dengan lokal peritonitis k35.3
Apendicitis dengan general peritonitis K35.2
Apendicitis dengan perforasi K35.2
Apnea apnoe R06.8
Apnea bayi P28.4
Aritmia arrhythmia I49.9
Artralgia arthralgia M25.5
Artritis arthritis M13.9
Artritis reumatoid M06.9
Ascariasis B77.9
Ascites R18
ASD ( Atrial septal defect ) Q21.1
Aseptor implant Z31.2
Asidosis metabdik E87.2
Asma bronchitis J45.9
Asphixia asfiksia R09.0
Asphixia asfiksia berat P21.0
asphixia asfiksia ringan P21.1
Aspirasi hidung kemasukan benda asing di hidung T17.1
Aspirasi benda asing di saluran nafas lainnya T17.9
Aspirasi pnemonia dewasa J69
Aspirasi pnemonia bayi cairan amniotic P24.1
Astenia asthenia R53
Atelectasis J98.1
Atherosclerosis aterosklerosis I70
Atresia anus Q42.3
Atresia duodenum Q41.0
Atresia Ileum Q41.2
Atresia rectum Q42.1
Atrial fibrilasi (AF) rapid ventricular rate or response RVR I48
AV block atrioventricular block I44.3

Kelompok ICD lainnya :
ICD 10 Diagnosis Kelompok Huruf B yang Sering Ditemui

Perubahan Pada ICD Tahun 2010 Dibandingkan dengan ICD Tahun 2007

Pada INACBG versi 5 ICD yang digunakan adalah versi tahun 2010. Oleh karena itu perlu kita ketahui beberapa perubahan pada ICD versi tahun 2010 ini dibandingakan dengan versi sebelumnya. Beberapa kode ICD yang berubah pada versi tahun 2010 dibandingkan dengan versi tahun 2007. Beberapa kode ICD yang baru di versi tahun 2010 antara lain sebagai berikut :

A09 Other gastroenteritis and colitis of infectious and unspecified origin

Excl.:
due to bacterial, protozoal, viral and other specified infectious agents (A00-A08)
noninfective (see noninfectious) diarrhoea (K52.9)
noninfective (see noninfectious) diarrhoea
  • neonatal (P78.3)
A09.0 Other and unspecified gastroenteritis and colitis of infectious origin
Catarrh, enteric or intestinal
Diarrhoea:
  • acute bloody
  • acute hemorrhagic
  • acute watery
  • dysenteric
  • epidemic 
      Infectious or septic
      • colitis
      • enteritis             | NOS
      • gastroenteritis    | haemorrhagic
      Infectious diarrhoea NOS
      A09.9 Gastroenteritis and colitis of unspecified origin

      K35 Acute appendicitis

      K35.2 Acute appendicitis with generalized peritonitis
      Appendicitis (acute) with generalized (diffuse) peritonitis following rupture or perforation
      K35.3 Acute appendicitis with localized peritonitis
      Acute appendicitis with localized peritonitis with or without rupture or perforation
      Acute appendicitis with peritoneal abscess
      K35.8 Acute appendicitis, other and unspecified
      Acute appendicitis without mention of localized or generalized peritonitis

      N18 Chronic kidney disease

      Use additional code, if desired, to identify underlying disease.
      Use additional code, if desired, to identify presence of hypertension.
      N18.1 Chronic kidney disease, stage 1
      Kidney damage with normal or increased GFR (> 90 mL/min)
      N18.2 Chronic kidney disease, stage 2
      Kidney damage with mild decreased GFR (60-89 mL/min)
      N18.3 Chronic kidney disease, stage 3
      Kidney damage with moderately decreased GFR (30-59 mL/min)
      N18.4 Chronic kidney disease, stage 4
      Kidney damage with severely decreased GFR (15-29 mL/min)
      N18.5 Chronic kidney disease, stage 5
      Chronic uraemia
      End stage kidney disease:
      • in allograft failure
      • NOS
      • on dialysis
      • without dialysis or transplant
      Renal retinitis (H32.8*)
      Uraemic:
      • apoplexia+ (I68.8*)
      • dementia+ (F02.8*)
      • neuropathy+ (G63.8*)
      • paralysis+ (G99.8*)
      • pericarditis+ (I32.8*)
      N18.9 Chronic kidney disease, unspecified

      L89 Decubitus ulcer and pressure area

      Note:
      For multiple sites of differing stages assign only one code indicating the highest stage
      Incl.:   Bedsore
      Plaster ulcer
      Excl.: decubitus (trophic) ulcer of cervix (uteri) (N86)
      L89.0 Stage I decubitus ulcer and pressure area
      The ulcer appears as a defined area of persistent redness (erythema) in lightly pigmented skin, whereas in darker skin tones, the ulcer may appear with persistent red, blue or purple hues, without skin loss
      Decubitus [pressure] ulcer limited to erythema only
      L89.1 Stage II decubitus ulcer
      Decubitus [pressure] ulcer with:
      • abrasion
      • blister
      • partial thickness skin loss involving epidermis and/or dermis
      • skin loss NOS
      L89.2 Stage III decubitus ulcer
      Decubitus [pressure] ulcer with full thickness skin loss involving damage or necrosis of subcutaneous tissue extending to underlying fascia
      L89.3 Stage IV decubitus ulcer
      Decubitus [pressure] ulcer with necrosis of muscle, bone or supporting structures (ie tendon or joint capsule)
      L89.9 Decubitus ulcer and pressure area, unspecified
      Decubitus [pressure] ulcer without mention of stage
      O98 Maternal infectious and parasitic diseases classifiable elsewhere but complicating pregnancy, childbirth and the puerperium
      O98.7 Human immunodeficiency [HIV] disease complicating pregnancy, childbirth and the puerperium
      Conditions in (B20-B24)

      Sementara kode ICD tersebut yang saya temukan. Akan ditambahi dikemudian hari jika ada lagi.
      Pertanyaan atau berdiskusi, silahkan melalui kolom komentar pada artikel yang terkait dengan topik permasalahan.

      ERROR - HALAMAN TIDAK TERSEDIA

      Copyright © Hakayuci