Hitung Umur atau Selisih Tanggal dengan Aplikasi Delphi

Hitung Umur atau Selisih Tanggal dengan Aplikasi Delphi.
Prosedur ini dapat digunakan untuk menghitung umur ataupun untuk menghitung selisih tanggal diantara dua buah tanggal.


Tambahkan dalam uses  
DateUtils

Tambah variabel berikut
var
    iThn, iBln, iHari: Word;

implementation

Tambahkan prosedur berikut
procedure umur(ThnLama, ThnBaru:TDate);
begin
        iThn:=YearsBetween(ThnBaru, ThnLama);
        if (DayOf(ThnBaru) = DayOf(ThnLama))
      and (MonthOf(ThnBaru) = MonthOf(ThnLama))
          and (YearOf(ThnLama) <> YearOf(ThnBaru))
        then inc(iThn);

        ThnLama:=IncYear(ThnLama, iThn);
        iBln:=MonthsBetween(ThnBaru, ThnLama);
        ThnLama:=IncMonth(ThnLama, iBln);
        iHari:=DaysBetween(ThnBaru, ThnLama);
end;

Penggunaan prosedur umur
//hitung umur
        sTgl := DTNow.date;  // tgl sekarang
        LTgl := DTTglLhr.Date; //tgl lahir
        umur(LTgl, sTgl);  //prosedur hitung umur

//hasil hitung umur
//iThn = umur tahun | iBln = umur bulan | iHari = umur hari
Label1.Caption :=IntToStr(iThn)+' Tahun, '+IntToStr(iBln)+' Bulan, '+IntToStr(iHari)+' Hari';

D3 Rekam Medis UGM Upgrade menjadi D4 Manajemen Informasi Kesehatan

Manajemen Informasi Kesehatan
Mempersiapkan sarjana terapan bidang rekam medis dan informasi kesehatan dengan kompetensi unggulan kodefikasi penyakit terkait klaim asuransi kesehatan, analisis data kesehatan, serta pemanfaatan teknologi informasi untuk menunjang pelayanan dan manajemen informasi kesehatan.

Prospek Karir
  1. Fasilitas Pelayanan Kesehatan baik negeri maupun swasta (Rumah Sakit, Puskesmas, Klinik, dll) sebagai Tenaga Perekam Medis Ahli
  2. Lembaga Jaminan Kesehatan (BPJS Kesehatan dan berbagai lembaga asuransi kesehatan swasta)
  3. Perusahaan IT yang berfokus di bidang kesehatan (PT SISFOMEDIKA, Sahabat Mediacom, dll)
 Keunggulan
  1. Pengajar yang kompeten di bidang Rekam Medis dan Manajemen Informasi Kesehatan, serta memiliki Surat Tanda Registrasi (STR) sebagai Tenaga Kesehatan.
  2. Didukung sarana & prasarana pendukung perkuliahan yang mutakhir termasuk Lab. Rekam Kesehatan Elektronik dengan berbagai konten sistem informasi kesehatan berbasis elektronik.
  3. Kurikulum disusun berdasarkan kurikulum inti yang dipakai secara nasional.
  4. Kerja sama dengan Fasilitas Pelayanan Kesehatan dan stakeholder bidang kesehatan: Dinas Kesehatan Provinsi, Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota, RSUP, RSUD, serta beberapa RS Swasta dalam bidang pendidikan (PKL, Magang), penelitian, pengabdian masyarakat, dll.
  5. Program student mobility ke luar negeri (Malaysia, Singapura, Jepang, Filipina, Taiwan, dll)
Selengkapnya D4 Manajemen Informasi Kesehatan

Standar Pelayanan Minimal SPM Rekam Medis dalam KEPMENKES Nomor 129/Menkes/SK/II/2008

Standar Pelayanan Minimal SPM Rekam Medis dalam KEPMENKES Nomor 129/Menkes/SK/II/2008 tentang Standar Pelayanan Minimal Rumah Sakit


Standar Pelayanan Minimal adalah ketentuan tentang jenis dan mutu pelayanan dasar yang merupakan urusan wajib daerah yang berhak diperoleh setiap warga secara minimal. Juga merupakan spesifikasi teknis tentang tolak ukur pelayanan minimum yang diberikan oleh Badan Layanan Umum kepada masyarakat.

Indikator SPM adalah tolak ukur untuk prestasi kuantitatif dan kualitatif yang digunakan untuk menggambarkan besaran sasaran yang hendak dipenuh didalarn pencapaian suatu SPM tertentu berupa masukan, proses, hasil dan atau manfaat pelayanan.

Jenis – jenis pelayanan rumah sakit
Jenis – jenis pelayanan rumah sakit yang minimal wajib disediakan oleh rumah sakit meliputi :
1. Pelayanan gawat darurat
2. Pelayanan rawat jalan
3. Pelayanan rawat inap
4. Pelayanan bedah
5. Pelayanan persalinan dan perinatologi
6. Pelayanan intensif
7. Pelayanan radiologi
8. Pelayanan laboratorium patologi klinik
9. Pelayanan rehabilitasi medik
10. Pelayanan farmasi
11. Pelayanan gizi
12. Pelayanan transfusi darah
13. Pelayanan keluarga miskin
14. Pelayanan rekam medis
15. Pengelolaan limbah
16. Pelayanan administrasi manajemen
17. Pelayanan ambulans/kereta jenazah
18. Pelayanan pemulasaraan jenazah
19. Pelayanan laundry
20. Pelayanan pemeliharaan sarana rumah sakit
21. Pencegah Pengendalian Infeksi

Di bagian pelayanan rekam medis terdapat standar pelayanan minimal sebagai berikut :

Kelengkapan pengisian rekam medik 24 jam setelah selesai pelayanan
Tergambarnya tanggung jawab dokter dalam kelengkapan informasi rekam medik. Rekam medik yang lengkap adalah, rekam medik yang telah diisi lengkap oleh dokter dalam waktu < 24 jam setelah selesai pelayanan rawat jalan atau setelah pasien rawat inap diputuskan untuk pulang, yang meliputi identitas pasien, anamnesis, rencana asuhan, pelaksanaan asuhan, tindak lanjut dan resume

Kelengkapan informed concent setelah mendapatkan informasi yang jelas
Tergambarnya tanggung jawab dokter untuk memberikan kepada pasien dan mendapat persetujuan dari pasien akan tindakan medik yang dilakukan. Informed concent adalah persetujuan yang diberikan pasien/keluarga pasien atas dasar penjelasan mengenai tindakan medik yang akan dilakukan terhadap pasien tersebut.

Waktu penyediaan dokumen rekam medik pelayanan rawat jalan
Tergambarnya kecepatan pelayanan pendaftaran rawat jalan. Dokumen rekam medis rawat jalan adalah dokumen rekam medis pasien baru atau pasien lama yang digunakan pada pelayanan rawat jalan. Waktu penyediaan dokumen rekam medik mulai dari pasien mendaftar sampai rekam medis disediakan/ditemukan oleh petugas.

Waktu penyediaan dokumen rekam medik pelayanan rawat inap
Tergambarnya kecepatan pelayanan rekam medik rawat inap. Dokumen rekam medis rawat inap adalah dokumen rekam medis pasien baru atau pasien lama yang digunakan pada pelayanan rawat inap. Waktu penyediaan dokumen rekam medik pelayanan rawat inap adalah waktu mulai pasien diputuskan untuk rawat inap oleh dokter sampai rekam medik rawat inap tersedia di bangsal pasien.


Download KEPMENKES Nomor 129/Menkes/SK/II/2008 tentang Standar Pelayanan Minimal Rumah Sakit


Perubahan Naik Kelas Perawatan BPJS Kesehatan - Permenkes No 51 tahun 2018 Tentang Pengenaan Urun Biaya dan Selisih Biaya Dalam Program Jaminan Kesehatan


Per tanggal 17 Desember 2018 peraturan naik kelas perawatan pasien BPJS Kesehatan mengalami perubahan yang termuat dalam Permenkes No 51 tahun 2018 Tentang Pengenaan Urun Biaya dan Selisih Biaya Dalam Program Jaminan Kesehatan sebagai berikut :

Pasal 10 Ayat (5) 
Peningkatan kelas perawatan yang lebih tinggi dari haknya sebagaimana dimaksud pada ayat (1) hanya dapat dilakukan satu tingkat lebih tinggi dari kelas yang menjadi hak peserta.

Yang berarti dengan ketentuan Permenkes No 51 tahun 2018 Tentang Pengenaan Urun Biaya dan Selisih Biaya Dalam Program Jaminan Kesehatan naik kelas perawatan pasien BPJS Kesehatan hanya dapat naik kelas satu tingkat saja :

Hak Kelas 1 dapat naik kelas ke VIP (1 tingkat diatas kelas 1)
Hak Kelas 2 hanya dapat naik ke kelas 1
Hak Kelas 3 hanya dapat naik ke kelas 2

Namun ketentuan naik kelas tidak berlaku untuk pasien :
a. Peserta PBI Jaminan Kesehatan;
b. Peserta yang didaftarkan oleh Pemerintah Daerah sebagaimana dimaksud dalam peraturan perundang-undangan; dan
c. Peserta pekerja penerima upah yang mengalami pemutusan hubungan kerja dan anggota keluarganya.

Sedangkan untuk perhitungan selisih bayar naik kelas tertuang dalam pasal 11 :

Pasal 11
Pembayaran Selisih Biaya dilakukan dengan ketentuan:
a. untuk peningkatan kelas pelayanan rawat inap dari kelas 3 ke kelas 2, dan dari kelas 2 ke kelas 1, harus membayar Selisih Biaya antara Tarif INA-CBG pada kelas rawat inap lebih tinggi yang dipilih dengan Tarif INA-CBG pada kelas rawat inap yang sesuai dengan hak Peserta;

b. untuk peningkatan kelas pelayanan rawat inap di atas kelas 1, harus membayar Selisih Biaya paling banyak sebesar 75% (tujuh puluh lima perseratus) dari Tarif INA-CBG Kelas 1.

Ketentuan selengkapnya dapat di dwonload di Permenkes No 51 tahun 2018 Tentang Pengenaan Urun Biaya dan Selisih Biaya Dalam Program Jaminan Kesehatan.


PERPRES Nomor 82 Tahun 2018 Tentang Jaminan Kesehatan

Peraturan Presiden PERPRES Nomor 82 Tahun 2018 Tentang Jaminan Kesehatan
Ditetapkan 17 Spetember 2018 dan diundangkan 18 September 2018

PERPRES Nomor 82 Tahun 2018 Tentang Jaminan Kesehatan berisi tentang :

Bab I Ketentuan Umum
Bab II Peserta Dan Kepersertaan
Bab III Iuran
Bab IV Manfaat Jaminan Kesehatan
Bab V Penyelenggaraan Pelayanan Kesehatan
Bab VI Fasilitas Kesehatan
Bab VII Kendali Mutu Dan Kendali Biaya Penyelenggaraan Jaminan Kesehatan
Bab VIII Pelayanan Informasi Dan Penanganan Pengaduan
Bab IX Penyelesaian Sengketa
Bab X Pencegahan Dan Penanganan Kecurangan (Fraud) Dalam Pelaksanaan Program Jaminan Kesehatan
Bab XI Pengawasan, Monitoring, Dan Evaluasi
Bab XII Dukungan Pemerintah Daerah
Bab XIII Ketentuan Peralihan
Bab IV Ketentuan Penutup

Pasal 106

Pada saat Peraturan Presiden ini mulai berlaku, semua peraturan perundang-undangan yang merupakan peraturan pelaksanaan dari Peraturan PResiden Nomor 12 Tahun 2013 tentang Jaminan Kesehatan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2013 Nomor 29) sebagaimana telah beberapa kali diubah, terakhir dengan Peraturan Presiden Nomor 28 Tahun 2016 tentang Perubahan Ketiga atas Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2013 tentang Jaminan Kesehatan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2016 Nomor62), dinyatakan masih tetap berlaku sepanjang tidak bertentangan dengan ketentuan dalam Peraturan Presiden ini.

Pasal 107

Pada saat Peraturan Presiden ini mulai berlaku, Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2013 tentang Jaminan Kesehatan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2013 Nomor 29) sebagaimana telah beberapa kali diubah, terakhir dengan Peraturan PResiden Nomor 28 Tahun 2016 tentang Perubahan Ketiga atas Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2013 tentang Jaminan Kesehatan ( Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2016 Nomor62), dicabut dan dinyatakan tidak berlaku.

Download Salinan PERPRES Nomor 82 Tahun 2018 Tentang Jaminan Kesehatan

Memahami Usia Kehamilan dan Usia Bayi dalam ICD 10

Usia kehamilan
Lama kehamilan diukur dari hari pertama last normal menstrual period atau hari pertama haid terakhir (HPHT). Usia kehamilan dinyatakan dalam hari penuh atau minggu penuh (misalnya 280-286 hari penuh setelah HPHT dianggap 40 minggu kehamilan).

Untuk menghitung usia kehamilan dari tanggal HPHT dan hari lahir, harus diingat bahwa hari pertama adalah hari 0 dan bukan hari 1; jadi hari 0-6 adalah minggu 0; hari 7-13 adalah minggu 1; dan minggu ke-40 adalah minggu 39. Kalau tanggal HPHT tidak diketahui, usia kehamilan harus didasarkan pada perkiraan klinis terbaik. 

Untuk mencegah kesalahpahaman, tabulasi hendaknya berisi minggu dan hari. Berikut ini pembagian masa kehamilan :
Pre-term : <37 minggu lengkap (kurang dari 259 hari) kehamilan.
Term  : 37 minggu lengkap sampai <42 minggu (259-293 hari) kehamilan.
Post-term : 42 minggu lengkap atau lebih (294 hari atau lebih) kehamilan.

Contoh penggunaan masa kehamilan dalam ICD 10 :

O48 Prolonged pregnancy - Post-dates, post-term
O60. Kelahiran preterm
Awal persalinan (spontan) sebelum lengkap 37 minggu kehamilan
O61.   Kegagalan induksi persalinan
O61.0 Kegagalan induksi persalinan medis
           Kegagalan induksi (persalinan) medis dengan: oxytocin, prostaglandins
O61.1 Kegagalan induksi persalinan dengan instrumen
           Kegagalan induksi (persalinan) medis secara: mekanis, bedah
O61.8 Kegagalan induksi persalinan lainnya.
O61.9 Kegagalan induksi persalinan, tidak dijelaskan

Usia Bayi
Masa perinatal dimulai dari 22 minggu lengkap (154 hari) kehamilan (saat berat lahir biasanya 500 gram), sampai 7 hari lengkap setelah lahir.

Masa neonatal dimulai sejak lahir sampai 28 hari lengkap. 

Kematian neonatus dini terjadi dalam 7 hari pertama kehidupan, dan lanjut setelah 7 hari tapi belum lengkap 28 hari kehidupan.

Usia kematian pada hari pertama kehidupan (hari 0) harus dicatat dalam menit atau jam lengkap kehidupan. 

Untuk hari kedua (hari 1), ketiga (hari 2) dan selama 27 hari lengkap kehidupan, usia pada waktu meninggal harus dicatat dalam satuan hari.

Contoh penggunaan usia bayi dalam ICD 10 :

P07.3 Other preterm infants
28 completed weeks or more but less than 37 completed weeks (196
completed days but less than 259 completed days) of gestation.

[ Referensi : Manual ICD 10 Volume 2 tahun 2010]

ICD 10 Diagnosis Kelompok Huruf B yang Sering Ditemui

DIAGNOSIS KODE ICD X Kelompok Huruf B yang Sering Ditemui

Baker's kista   M71.2
Bakteri infeksi / Bakteremia    A49.9
Balanitis / Balanoposthitis    N48.1
Bartolin abses    N75.1
Bartolin kista    N75.0
Bartolintitis    N75.8
Batu empedu    K80.8
Batu ginjal    N20.0
Batu saluran kemih    N20.9
Batu ureter   N20.1
Batu uretra    N21.1
Batuk darah / Hemoptysis    R04.2
Batuk rejan / Pertusis    A37.9
Bayi anemia    P61.4
Bayi apnoe    P28.4
Bayi asfiksia berat   P21.0
Bayi asfiksia ringan   P21.1
Bayi aspirasi susu   P24.3
Bayi berat lahir rendah (BBLR) 1000-2499 gram    P07.1
Bayi berat lahir sangat rendah (BBLSR) kurang 999 gram    P07.0
Bayi besar (Berat 4500 grams atau lebih)   P08.0
Bayi hipoglikemia   P70.4
Bayi ikterik jaundice hyperbilirubinemia  P59.9
Bayi kejang   P90
Bayi lahir prematur   P07.3
Bayi lahir SC   P03.4
Bayi lahir vakum    P03.3
Bayi mati    P95
Bayi meninggal dalam kandungan (IUFD)  kode untuk ibunya   O36.4
Bayi normal tunggal lahir di luar rumah sakit   Z38.1
Bayi normal tunggal lahir di rumah sakit   Z38.0
Bayi perdarahan   P54.9
Bayi sianosis cyanosis    P28.2
Behavioral disorder    F91.9
Bells Palsy    G51.0
Benda asing pada hidung   T 17.1
Benda asing pada telinga   T 16
Biang keringat    L81.1
Bibir sumbing    Q36.9
Biduran    L50.9
Bile duct calculus    K80.5
Bilgted ovum (BO)    O02.0
Bintitan / Hordeolum    H00.0
Bipolar disorder   F31.9
Bisul    L02.9
Bite animal    T63.4
Bite snake   T63.0
Bleeding post coitus    N93.0
Blefaritis    H01.0
Block atrioventricular    I44.3
Block bundle branch left (LBBB)   I44.7
Block bundle branch right (RBBB)    I45.1
BPH / Benign prostate Hyperplasia   N40
Bradicardia    R00.1
Bronchitis / Bronkitis   J40
Bronchitis / Bronkitis akut umur kurang 15 tahun  J20.9
Bronchitis / Bronkitis akut    J20.9
Bronchitis / Bronkitis kronik    J42
Bronchopnemunia    J18.0
Bronciektasis    J47
Bronkiektasis    J 47
Buka spiral    Z30.5
Bursitis / Bursopathy   M71.9
Buta warna    H53.5

Besaran Tarif Klaim Diare Gastroenteritis BPJS Kesehatan INACBG Tahun 2018

Diare (bahasa Inggris: diarrhea) adalah sebuah penyakit di saat tinja atau feses berubah menjadi lembek atau cair yang biasanya terjadi paling sedikit tiga kali dalam 24 jam. Di negara berkembang, diare adalah penyebab kematian paling umum kematian balita, dan juga membunuh lebih dari 2,6 juta orang setiap tahunnya. (Wikipedia).

Besaran tarif Klaim BPJS Kesehatan rawat inap Kasus Penyakit Diare / Gastroenteritis untuk kasus level I (tanpa diagnosis sekunder ataupun jika ada diagnosa sekunder tidak berpengaruh terhadap nilai tarif klaim) level 1 (satu) merupakan level terendah dari nilai tarif klaim.

Regional I (Banten, DKI, Jabar, Jateng, DIY, Jatim).
Kelas Rumah Sakit Tipe C
Pelayanan rawat inap
Diagnosis : Gastroenteritis and colitis of unspecified origin
Kode ICD : A09.9
Kode INACBG : K-4-17-I  NYERI ABDOMEN & GASTROENTERITIS LAIN-LAIN (RINGAN)
Besaran tarif klaim :
  • Kelas 3 : Rp. 1.406.200
  • Kelas 2 : Rp. 1.687.500
  • Kelas 1 : Rp. 1.968.700 
Untuk regional lain dan tipe rumah sakit yang lain pula terdapat perbedaan besaran tarif klaim. Namun kurang lebihnya pada kisaran besaran klaim tersebut diatas.

Tarif klaim rawat inap JKN BPJS Kesehatan tergantung dari diagnosis yang ditetapkan oleh dokter yang merawat. Walaupun ada diagnosis sekunder belum tentu akan mempengaruhi level severity (tingkat keparahan) tarif klaim. Tarif tersebut diatas adalah taruf level I, masih dimungkinkan tarif lebih dari yang tersebut diatas jika terdapat diagnosa sekunder yang bisa menaikkan severity ke level yang lebih tinggi. Tarif tersebut akan berubah jika ada update tarif dari pihak yang berwenang.

Artikel berikut ini mungkin akan membantu anda memahami bagaimana tarif klaim BPJS Kesehatan naik kelas perawatan rawat inap di rumah sakit :

Install Delphi Lisensi Gratis Versi 10.2 Tokyo Starter Edition


Bagi pemula dalam pemrograman delphi bisa menggunakan Delphi Lisensi Gratis Versi 10.2 Tokyo Starter Edition. Walaupun hanya dapat digunakan untuk membuat aplikasi win32 namun sudah cukup untuk membuat aplikasi sederhana semisal aplikasi olah data (sudah saya coba menggunakan koneksi zeos dengan mysql berhasi berjalan). Spesifikasi device minimal untuk install Install Delphi Lisensi Gratis Versi 10.2 Tokyo Starter Edition sebagai berikut :

System Requirements

  • 1 GB RAM (2 GB+ recommended)
  • 3-45 GB free hard disk space depending on edition and configuration
  • DVD-ROM drive (if installing from a Media Kit DVD)
  • Basic GPU – Any vendor DirectX 9.0 class or better (Pixel Shader Level 2)
  • Intel® Pentium® or compatible, 1.6 GHz minimum (2GHz+ recommended)
  • 1024x768 or higher-resolution monitor
  • Mouse or other pointing device
  • Microsoft® Windows 10
  • Microsoft® Windows 8 or 8.1 (32-bit or 64-bit)
  • Microsoft® Windows 7 SP1 (32-bit or 64-bit)
  • RAD Studio can also be run on Mac OS X by using a virtual machine (VM) such as VMware Fusion or Parallels hosting a supported version of Windows
Silahkan download Delphi Lisensi Gratis Versi 10.2 Tokyo Starter Edition di : https://www.embarcadero.com/products/delphi/starter/free-download

Lakukan registrasi untuk mendapatkan serial number.

Instalasi melalui Embarcadero Rad Studio.


Batasan Delphi Lisensi Gratis Versi 10.2 Tokyo Starter Edition ini dapat dilihat di :
https://www.embarcadero.com/products/delphi/product-editions
https://www.embarcadero.com/products/delphi/starter/info

Terms and Conditions:

  • Only one license per order
  • Only one license per email address / account
  • This offer does not include any update subscription
  • We reserve the right to change this offer at any time
  • Offer void where prohibited by law

Product Description:

Embarcadero Delphi Starter Edition is a great way to get started building high-performance Delphi apps for Windows. Delphi Starter includes a streamlined IDE, code editor, integrated debugger, two-way visual designers to speed development, hundreds of visual components, and a limited commercial use license. Database components and drivers are not included.

Upgrade Eligibility:

Upgrade/competitive upgrade pricing is available to users of any Delphi or Turbo Delphi product or any other Windows IDE
*If you’re an individual you may use the Starter Edition to create apps for your own use and apps that you can sell until your revenues reach $1,000 per year. If you’re a small company or organization without revenue (or up to $1,000 per year in revenue), you can also use the Starter Edition. Once your company's total revenue reaches US $1,000, or your team expands to more than 5 developers, move up to the Professional edition with an unrestricted commercial license.

Media Pack:

The media pack is a backup DVD intended for customers who purchase the download product. This does not include a serial number, which is required for product installation.
Supported deployment platforms
PCs and tablets with Intel/AMD processors running Windows 7, 8.x, or 10.
File size for download:
  • Initial download is approximately 170 MB.
  • Additional download size may be up to 6 GB, depending on features and options selected.
  • Download times will vary based on network speed.

Koding ICD Kasus I50.- Congestive Heart Failure (CHF)

Congestive heart failure atau gagal jantung yang dicirikan oleh ketidakmampuan jantung untuk memompa darah pada volume yang cukup untuk memenuhi kebutuhan metabolik jaringan.



Gagal jantung dapat disebabkan oleh cacat organ, kelainan fungsional (disfungsi ventrikel), atau kelebihan beban tiba-tiba di luar kapasitasnya.

Gagal jantung kronis lebih sering terjadi daripada gagal jantung akut yang diakibatkan jantung tidak berfungsi maksimal secara tiba-tiba seperti contoh pada kasus infark miokard.

Gagal jantung adalah suatu kondisi di mana jantung tidak dapat memompa cukup darah ke seluruh tubuh. Gagal jantung tidak berarti jantung berhenti atau akan berhenti bekerja. Itu berarti bahwa jantung kerja jantung melemah dalam proses mempompa darah.

Melemahnya kemampuan memompa jantung menyebabkan penumpukan cairan di kaki, pergelangan kaki dan kaki yang disebut edema, kelelahan dan sesak nafas. Penyebab utama gagal jantung adalah penyakit arteri koroner, tekanan darah tinggi dan diabetes

Include dalam kode ICD I50.-
  • Congestive heart failure
  • Right ventricular failure (secondary to left heart failure)
Kategori exclude kode I50.-
Heart failure dengan komplikasi :
  • CHF dengan abortus ectopic atau molar pregnancy (O00-O07, O08.8)
  • CHF karena operasi dan tindakan obstetri (O75.0)
  • CHF dengan hipertensi (I11.0)
  • CHF dengan renal disease (I13.-)
  • CHF yang mengikuti operasi cardiac (I97.1)
  • CHF pada neonatal (P29.0)
Catatan
Apabila ditemukan tanda-tanda edema paru dan CHF kode ICD I50.1

Sekian, Semoga bermangfangat
Jika ingin memberikan pertanyaan ataupun berdiskusi, mohon agar melalui kolom komentar pada artikel yang terkait dengan topik permasalahan.

ERROR - HALAMAN TIDAK TERSEDIA

Copyright © Hakayuci