Apakah ICD Kode Z Hanya Untuk Kasus Rawat Jalan?

Apakah ICD Kode Z Hanya Untuk Kasus Rawat Jalan. Bagaimana penggunaan kode Z pada ICD 10. Pembahasannya sebagai berikut :

Penanya 
Uswatun Hasanah
Mohon sharenya, dari pertemuan dengan BPJS yang menjelaskan tentang kode untuk kontrasepsi yang mengikuti partus SC (Sectio caesarian) atau partus non SC tidak bisa digunakan karena menggunakan kode Z dan kode Z digunakan hanya untuk rawat jalan. Dan setelah saya baca di buku panduan verifikasi BPJS memang menjelaskan kode Z hanya untuk kasus rawat jalan.

Masalahnya pemahaman saya dari membaca note dibawah kode Z ICD volume 1, tidak menjelaskan hal yang demikian bahwa kode Z digunakan sebagai opsi kedua apabila kode A sampai Y tidak ada dan tidak khusus ini kode untuk rawat jalan atau ini untuk kode ranap. Dari BPJS pun bersikukuh bahwa mereka pun dapat referensi ahli koder dari NCC (National Casemix Center).

Jawaban 
Lily Kresnowati
Yang ada dalam ICD bab 21 dijelaskan bahwa kode Z tidak dianjurkan untuk kode primer. Tapi boleh untuk kode sekunder. Memang tidak ada klausul hanya untuk rawat jalan. Tertulisnya hanya untuk kondisi selain sakit cedera maupun keracunan. Digunakan untuk keadaan dimana seorang pasien datang untuk pelayanan terbatas (limited care).

Kalau menurut saya kode Z untuk kontrol ulang bisa jadi kode utama jika kasusnya penyakit akut, yang saat kontrol penyakitnya sudah tidak ada lagi. Kalau penyakit kronis yang masih diberikan obat atau masih harus cek lab dan pemeriksaan lainnya, sebagaimana protokol pengelolaan penyakit tersebut, maka seyogyanya masih diberikan kode penyakitnya. Adapun kode Z menjadi kode sekunder yang menandakan kunjungan ulang.

Bukankah kode Z diperuntukkan for circumstances other than disease dan lain-lain. Jadi kalau masih ada penyakitnya kenapa diberi kode Z??.

Misalkan pasien post opname masih dinyatakan menderita TB (Tuberkulosis) dan masih mendapat perlakuan sebagaimana halnya pasien TB. Kenapa dapat kode Z? Apakah sama dasar pathway antara kode Z dengan kode penyakit dalam penetapan tarif klaim JKN BPJS?. Kalau beda, ya itulah yang aneh. Pathway-nya masih TB tapi hrs mengklaim sesuai pathway kode Z yang non morbiditas.

Kalau untuk aff pen (ambil internal fixation device), dan kemoterapi serta hemodialysis (hemodialisa) memang masuk kode Z dengan kriteria limited care. Sebagaimana disebutkan dalam notes di awal bab kode Z.

Kontrol post operatif juga bisa masuk dalam limited care sepanjang tidak ada tindakan operatif baru. Jadi kontrol post operasi untuk ganti balut, aff hecting, atau sekedar evaluasi luka ataupun konsultasi.

Referensi Teori Kode Z ICD 10

Chapter XXIFactors influencing health status and contact with health services(Z00-Z99)Note:
This chapter should not be used for international comparison or for primary mortality coding.
Categories Z00-Z99 are provided for occasions when circumstances other than a disease, injury or external cause classifiable to categories A00-Y89 are recorded as "diagnoses" or "problems". This can arise in two main ways:
When a person who may or may not be sick encounters the health services for some specific purpose, such as to receive limited care or service for a current condition, to donate an organ or tissue, to receive prophylactic vaccination or to discuss a problem which is in itself not a disease or injury.
When some circumstance or problem is present which influences the person's health status but is not in itself a current illness or injury. Such factors may be elicited during population surveys, when the person may or may not be currently sick, or be recorded as an additional factor to be borne in mind when the person is receiving care for some illness or injury.
(Catatan ICD 10 Tahun 2015 Bab 21)


Grup SIRS, Case-Mix dan INA-CBG's.
F.A.Q khusus Koding
Semua pembahasan koding ICD 10 dan ICD 9 CM

Catatan : 
Diedit dengan penyempurnaan bahasa,
Rangkuman ini hanya untuk mempermudah referensi koding diagnosa.

Mohon koreksi jika ada kesalahan atau ada hal yang kurang berkenan.
Semoga bermangfangat


15 komentar

apabila ada kasus px di diagnosa fraktur tibia fibula sinistra px tidak jadi melakukan oprasi. apakah hanya menggunakan kode z53.2 saja sebagai dx utama atau s82.20 sebagai kode dx utama dan z53.2 sebagai kode dx sekunder ( penjelas ) mohon bantuanya

Reply

Kalau saya lebih setuju S82.20 sebagai kode dx utama dan Z53.2 sebagai kode dx sekunder.
Seperti pernyataan pada artikel diatas " Bukankah kode Z diperuntukkan for circumstances other than disease dan lain-lain. Jadi kalau masih ada penyakitnya kenapa diberi kode Z??." :) CMIIW

Reply

oke terimakasih banayak Hakayuci Hky

Reply

kalo untuk pasien gigi dia datang dengan diagnosis pulpitis (rawat jalan) tapi datang lagi dengan tindakan dan terapi yang sama, apakah kodenya tetap pulpitis K04.0 atau dental examination Z01.2?

Reply

datang lagi untuk kontrol atau memang kasus baru? jeda datang lg brp hr?

Reply

untuk kode dx vertigo, kode manakah yang digunakan R42 atau H81.4? lalu kode Z39.2 apakah bisa digunakan untuk kode control post kuret? terimakasih sebelumnya.

Reply

klo vertigo tok ya r42. konfirmasikan ke dokternya spesifiknya.

Reply

datang lagi untuk melanjutkan perawatan.. jadi sekarang dia datang,, besoknya juga dia datang lagi...

Reply

yang besoknya pake z, jika msh kasus yg sama.

Reply

kalau pasien cari surat keterangan sehat...dan memamg sehat kode nya apa ya..mohon di bantu?

Reply

lihat kelompok ICD Z02.

Reply

pasien dgn dx hipertensi+Lbp baru plg rawat inap ,lalu kontrol ke poli apakah bs kode z09.8 sebagai kode utama ?mohon sarannya, terima kasih

Reply

Diagnosis rawat inapnya HT + LBP dan ke poliklinik krn lanjutan kontrol dr inapnya maka pake Z09.8

Reply

Kalau kode dx untuk Ganti verban, n cabut gigi ap yah??

Reply

cabut gigi = odontectomy

Reply

Posting Komentar

Jika ingin memberikan pertanyaan ataupun berdiskusi, mohon agar melalui kolom komentar pada artikel yang terkait dengan topik permasalahan.

ERROR - HALAMAN TIDAK TERSEDIA

Copyright © Hakayuci