Bagaimana Koding ICD 10 Jika Diagnosa Utama Merupakan Sebuah Gejala Tanda Penyakit

Ketentuan koding ICD 10 jika diagnosis utama merupakan sebuah gejala penyakit dijelaskan dalam Rule MB3 Condition recorded as “main condition” is presenting symptom of diagnosed, treated condition.

Jika sebuah gejala atau tanda sebuah penyakit (ICD 10 Chapter XVIII) atau masalah yang dikategorikan dalam ICD 10 chapter XXI dicatat sebagai diagnosis utama, sedangkan jelas ada tanda, gejala atau masalah diagnosis yang lain yang diberikan perawatan, maka perlu dilakukan pemilihan ulang kondisi diagnosis utama.

Contoh jika tercatat :
Diagnosis utama : Haematuria
Diagnosis sekunder : Varicose veins of legs, Papillomata of posterior wall of bladder
Prosedur perawatan : Diathermy excision of papillomata
Spesialisasi : Urology

Maka dilakukan pemilihan papillomata of posterior wall of bladder sebagai diagnosis utama dengan kode D41.4. Karena Haematuria merupakan gejala atau tanda dari sebuah diagnosis.

Contoh jika tercatat :  
Diagnosis utama : Coma
Diagnosis sekunder : Ischaemic heart disease, Otosclerosis, Diabetes mellitus, insulin-dependent
Spesialisasi: Endocrinology
Prosedur perawatan : Terapi insulin

Maka dilakukan pemilihan diabetes mellitus, insulin-dependent sebagai diagnosis utama dengan kode E10.0. Informasi yang diberikan menunjukkan bahwa koma disebabkan diabetes mellitus dan perawatan mengarah keada penanganan diabetes mellitus.

Contoh jika tercatat :  
Diagnosis utama : Abdominal pain
Diagnosis sekunder : Acute appendicitis
Prosedur perawatan : Appendectomy

Maka dilakukan pemilihan acute appendicitis sebagai diagnosis utama dengan kode K35.9. Karena abdominal pain merupakan gejala atau tanda dari acute appendicitis. Dan juga adanya sebuah prosedur appendectomy yang merupakan perawatan untuk diagosis acute appendicitis.

Contoh jika tercatat :  
Diagnosis utama : Febrile convulsions
Diagnosis sekunder : Anaemia
Prosedur perawatan : -

Terima febrile convulsions sebagai diagnosis utama dengan kode R56.0. Peraturan MB3 tidak berlaku selama diagnosis utama bukan merupakan gejala dari kondisi lain yang dicatat dalam diagnosis sekundernya. Dengan kata lain febrile convulsions bukan merupakan gejala atau tanda dari anemia.

Dari penjelasan diatas jika yang tercatat dalam diagnosis utama merupakan gejala atau tanda dari diagnosis sekundernya, maka perlu dilakukan pemilihan ulang diagnosis utama. Dengan memilih diagnosis yang bukan merupakan sebuah gejala atau tanda daru sebuah penyakit yang tercatat sebagai diagnosis utama.

Sekian semoga bermangfangat.

[Sumber dari ICD-10, Rules and guidelines for mortality and morbidity coding.]



Posting Komentar

Jika ingin memberikan pertanyaan ataupun berdiskusi, mohon agar melalui kolom komentar pada artikel yang terkait dengan topik permasalahan.

ERROR - HALAMAN TIDAK TERSEDIA

Copyright © Hakayuci