Angka Kredit Jabatan Fungsional Pranata Komputer KEPMENPAN Nomor 66/KEP/M.PAN/7/2003

KEPMENPAN Nomor 66/KEP/M.PAN/7/2003 Tentang Jabatan Fungsional Pranata Komputer dan Angka Kreditnya.

Pranata Komputer

Pranata Komputer adalah Pegawai Negeri Sipil yang diberi tugas, wewenang, tanggung jawab, dan hak secara penuh oleh pejabat yang berwenang untuk melakukan kegiatan sistem informasi berbasis komputer.

Sistem Informasi berbasis computer adalah kesatuan yang terdiri dari komputer, database, sumber daya
manusia, system jaringan dan prosedur yang dioperasikan secara terpadu untuk menghasilkan informasi.

Angka kredit adalah nilai dari tiap butir kegiatan dan atau akumulasi nilai butir-butir kegiatan yang harus dicapai oleh Pranata Komputer dan digunakan sebagai salah satu syarat untuk pengangkatan dan kenaikan
pangkat/jabatan.

Tim Penilai Angka Kredit Jabatan Fungsional Pranata Komputer adalah tim yang dibentuk dan ditetapkan oleh pejabat yang berwenang dan bertugas menilai prestasi kerja Pranata Komputer.

Instansi Pembina Jabatan Fungsional Pranata Komputer adalah Badan Pusat Statistik.

Pranata Komputer adalah pejabat fungsional yang berkedudukan sebagai pelaksana teknis fungsional
penyelenggaraan kegiatan system informasi berbasis komputer di lingkungan instansi pemerintah. Pranata Komputer terdiri dari Pranata Komputer tingkat terampil dan Pranata Komputer tingkat ahli.

Tugas pokok Pranata Komputer adalah merencanakan, menganalisis, merancang, mengimplementasikan,
mengembangkan dan atau mengoperasikan sistem informasi berbasis komputer.

Unsur Kegiatan Jabatan Fungsional Pranata Komputer

Unsur dan sub unsur kegiatan Jabatan Fumgsional Pranata Komputer terdiri dari :
a. pendidikan, meliputi :
  1. pendidikan sekolah dan memperoleh ijazah/gelar; dan
  2. pendidikan dan pelatihan fungsional di bidang kepranatakomputeran serta memperoleh surat tanda tamat pendidikan dan pelatihan.
b. operasi teknologi informasi, meliputi :
  1. pengoperasian komputer;
  2. perekaman data; dan
  3. pemasangan dan pemeliharaan sistem komputer dansistem jaringan komputer.
c. implementasi teknologi informasi, meliputi :
  1. pemrograman dasar;
  2. pemrograman menengah;
  3. pemrograman lanjutan; dan
  4. penerapan sistem operasi komputer.
d. implementasi sistem informasi, meliputi :
  1. implementasi sistem komputer dan program paket;
  2. implementasi database; dan
  3. implementasi sistem jaringan komputer.
e. analisis dan perancangan sistem informasi, meliputi
  1. analisis sistim informasi;
  2. perancangan sistem informasi;
  3. perancangan sistem komputer;
  4. perancangan dan pengembangan database; dan
  5. perancangan sistem jaringan komputer.
f. penyusunan kebijaksanaan sistim informasi, meliputi :
  1. perencanaan dan pengembangan sistem informasi; dan
  2. perumusan visi, misi dan strategi sistem informasi.
g. pengembangan profesi, meliputi :
  1. pembuatan karya tulis/karya ilmiah di bidang teknologi informasi;
  2. penyusunan petunjuk teknis pelaksanaan pengelolaan kegiatan teknologi informasi; dan
  3. penerjemahan/penyaduran buku dan bahan-bahan lain di bidang teknologi informasi;
h. pendukung kegiatan Pranata Komputer, meliputi :
  1. pengajar/pelatih di bidang teknologi informasi;
  2. peran serta dalam seminar/lokakarya/konferensi;
  3. keanggotaan dalam Tim Penilai Angka Kredit Jabatan Fungsional Pranata Komputer;
  4. keanggotaan dalam organisasi profesi;
  5. perolehan piagam kehormatan; dan
  6. perolehan gelar kesarjanaan lainnya.
Detail selengkapnya mengenai Angka Kredit Jabatan Fungsional Pranata Komputer dapat dilihat di
KEPMENPAN Nomor 66/KEP/M.PAN/7/2003 Tentang Jabatan Fungsional Pranata Komputer dan Angka Kreditnya.

Semoga bermanfangat.

Perhitungan Klaim JKN BPJS Kesehatan di Rumah Sakit

JAMINAN KESEHATAN NASIONAL (JKN) BPJS KESEHATAN
Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan yang selanjutnya disingkat BPJS Kesehatan adalah badan hukum publik yang dibentuk untuk menyelenggarakan program Jaminan Kesehatan.

Perhitungan klaim JKN BPJS Kesehatan di rumah sakit menggunakan aplikasi INACBG. Tarif INA-CBG’s ( Indonesian - Case Based Groups ) adalah besaran pembayaran klaim oleh BPJS Kesehatan kepada Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan atas paket layanan yang didasarkan kepada pengelompokan diagnosis penyakit dan prosedur. Tarif INACBG ini tergantung pada apa diagnosis utamanya, diagnosis sekunder kemudian prosedur yang dilakukan (operasi, tindakan medis lainnya).

Tarif INACBG ini diatur dalam peraturan PERMENKES No. 69 tahun 2013 tentang Standar Tarif Pelayanan Kesehatan pada Fasilitas Kesehatan Ttingkat Pertama dan Fasilitas Kesehatan Tngkat Lanjutan dalam Penyelenggaraan program Jaminan Kesehatan, yang kemudian pada tahun 2014 tarif diupdate dengan peraturan PERMENKES No. 59 tahun 2014 tentang Standar Tarif Pelayanan Kesehatan Dalam Penyelenggaraan Program Jaminan Kesehatan. Tarif INACBG akan diupdate berkala.

Struktur Penetapan Tarif Klaim JKN BPJS Kesehatan :

Tarif INACBG terbagi dalam 5 regional, RSU Rujukan dan RS khusus : Regional 1, 2, 3, 4, 5, RSU Rujukan Nasional dan RSK Rujukan Nasional.
  • Regional I (Banten, DKI, Jabar, Jateng, DIY, Jatim).
  • Regional II (Sumbar, Riau, Sumsel, Lampung, Bali, NTB).
  • Regional III (Aceh, Sumut, Jambi, Bengkulu, Kepri, Kalbar, Sulut, Sulteng, Sultra, Gorontalo, Sulbar, Sulsel).
  • Regional IV (Kalsel, Kalteng).
  • Regional V (Babel, NTT, Kaltim, Kaltara, Maluku, Maluku Utara, Papua, Papua Barat).
Tarif terbagi dalam tipe kelas rumah sakit : A, B, C, D.
Tarif terbagi dalam tipe kelas perawatan di rumah sakit : kelas 1, 2 dan 3.
Tarif terbagi dalam 3 level severity penyakit (tingkat keparahan) : level 1, 2 dan 3.

Perhitungan Klaim Rawat Inap JKN BPJS Kesehatan di Rumah Sakit

Contoh perhitungan klaim rawat inap JKN BPJS Kesehatan :
Pasien dirawat di rumah sakit tipe C, Regional 1, dengan kelas perawatan kelas 3.
  1. Diagnosis utama thypoid.
    Tarif klaim 2.774.500 A-4-14-I PENYAKIT INFEKSI BAKTERI DAN PARASIT LAIN-LAIN RINGAN.
  2. Diagnosis utama thypoid, diagnosis sekunder anemia.
    Tarif klaim 3.568.700 A-4-14-II PENYAKIT INFEKSI BAKTERI DAN PARASIT LAIN-LAIN SEDANG.
  3. Diagnosis utama thypoid, diagnosis sekunder DHF dan anemia.
    Tarif klaim 4.088.900 A-4-14-III PENYAKIT INFEKSI BAKTERI DAN PARASIT LAIN-LAIN BERAT.
Perhitungan diatas merupakan tarif klaim untuk diagnosis utama thypoid rumah sakit tipe C di regional 1 dengan kelas perawatan kelas 3, jika diagnosis utama penyakit lain, rumah sakit tipe lain, atau kelas perawatan lain maka akan berbeda lagi tarif klaimnya.

Nilai tarif contoh diatas dihasilkan dengan memasukkan kode diagnosis sesuai kode ICD 10 (International classiffication of disease) ke dalam aplikasi INACBG, dan juga memasukkan kode tindakan atau prosedur sesuai kode ICD 9 CM jika memang dilakukan tindakan medis saat perawatan.

Baca juga : Contoh klaim demam berdarah (DBD/DHF)

Perhitungan Klaim Rawat Inap JKN BPJS Kesehatan Jika Naik Kelas Perawatan

Berdasarkan PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 28 Tahun 2014 TENTANG PEDOMAN PELAKSANAAN PROGRAM JAMINAN KESEHATAN NASIONAL, Halaman 27, point E tentang Peningkatan Kelas Perawatan, nomor 3. Khusus bagi pasien yang meningkatkan kelas perawatan (kecuali peserta PBI Jaminan Kesehatan) :
  1. sampai dengan kelas I, maka diberlakukan urun biaya selisih tarif INA-CBGs kelas ruang perawatan yang dipilih dengan tarif INA-CBGs yang menjadi haknya.
  2. Jika naik ke kelas perawatan VIP, maka diberlakukan urun biaya sebesar selisih tarif VIP lokal dengan tarif INA-CBGs kelas perawatan yang menjadi haknya.
Dari ketentuan diatas maka peraturan perhitungan selisih bayar jika naik kelas perawatan rawat inap ketentuannya dapat diartikan sebagai berikut
  • Naik kelas perawatan sampai dengan kelas 1, maka perhitungannya tarif INACBG kelas perawatan yang dipilih dikurangi tarif INACBG kelas perawatan sesuai hak kelas.
  • Naik kelas ke kelas utama VIP atau kelas diatas kelas 1, maka perhitungannya tarif kelas perawatan sesuai tarif VIP lokal rumah sakit dikurangi tarif INACBG kelas perawatan sesuai hak kelas.
Baca selengkapnya : Perhitungan klaim JKN BPJS Kesehatan naik kelas perawatan di rumah sakit

Per November 2016 terdapat perubahan diantaranya adalah tarif baru dan peraturan naik kelas, dapat dibaca di http://www.hakayuci.com/2016/11/permenkes-nomor-64-tahun-2016-tentang-perubahan-permenkes-nomor-52-tahun-2016.html 

Per 1 Februari 2017 terdapat perubahan ketentuan Program JKN diantaranya adalah peraturan naik kelas, dapat dibaca Perubahan peraturan naik kelas berdasarkan Permenkes nomor 4 Tahun 2017

Per tanggal 17 Desember 2018 Aturan naik kelas berubah baca di : Perubahan Naik Kelas Perawatan BPJS Kesehatan - Permenkes No 51 tahun 2018 Tentang Pengenaan Urun Biaya dan Selisih Biaya Dalam Program Jaminan Kesehatan

Baca juga :
Simulasi naik kelas BPJS Kesehatan sesuai Permenkes Nomor 4 Tahun 2017

Demikian, jika ada yang kurang jelas silahkan isi komentar. Menjaga kesehatan lebih baik daripada mengobati. Semoga bermangfangat.


Apakah ICD Kode Z Hanya Untuk Kasus Rawat Jalan?

Apakah ICD Kode Z Hanya Untuk Kasus Rawat Jalan. Bagaimana penggunaan kode Z pada ICD 10. Pembahasannya sebagai berikut :

Penanya 
Uswatun Hasanah
Mohon sharenya, dari pertemuan dengan BPJS yang menjelaskan tentang kode untuk kontrasepsi yang mengikuti partus SC (Sectio caesarian) atau partus non SC tidak bisa digunakan karena menggunakan kode Z dan kode Z digunakan hanya untuk rawat jalan. Dan setelah saya baca di buku panduan verifikasi BPJS memang menjelaskan kode Z hanya untuk kasus rawat jalan.

Masalahnya pemahaman saya dari membaca note dibawah kode Z ICD volume 1, tidak menjelaskan hal yang demikian bahwa kode Z digunakan sebagai opsi kedua apabila kode A sampai Y tidak ada dan tidak khusus ini kode untuk rawat jalan atau ini untuk kode ranap. Dari BPJS pun bersikukuh bahwa mereka pun dapat referensi ahli koder dari NCC (National Casemix Center).

Jawaban 
Lily Kresnowati
Yang ada dalam ICD bab 21 dijelaskan bahwa kode Z tidak dianjurkan untuk kode primer. Tapi boleh untuk kode sekunder. Memang tidak ada klausul hanya untuk rawat jalan. Tertulisnya hanya untuk kondisi selain sakit cedera maupun keracunan. Digunakan untuk keadaan dimana seorang pasien datang untuk pelayanan terbatas (limited care).

Kalau menurut saya kode Z untuk kontrol ulang bisa jadi kode utama jika kasusnya penyakit akut, yang saat kontrol penyakitnya sudah tidak ada lagi. Kalau penyakit kronis yang masih diberikan obat atau masih harus cek lab dan pemeriksaan lainnya, sebagaimana protokol pengelolaan penyakit tersebut, maka seyogyanya masih diberikan kode penyakitnya. Adapun kode Z menjadi kode sekunder yang menandakan kunjungan ulang.

Bukankah kode Z diperuntukkan for circumstances other than disease dan lain-lain. Jadi kalau masih ada penyakitnya kenapa diberi kode Z??.

Misalkan pasien post opname masih dinyatakan menderita TB (Tuberkulosis) dan masih mendapat perlakuan sebagaimana halnya pasien TB. Kenapa dapat kode Z? Apakah sama dasar pathway antara kode Z dengan kode penyakit dalam penetapan tarif klaim JKN BPJS?. Kalau beda, ya itulah yang aneh. Pathway-nya masih TB tapi hrs mengklaim sesuai pathway kode Z yang non morbiditas.

Kalau untuk aff pen (ambil internal fixation device), dan kemoterapi serta hemodialysis (hemodialisa) memang masuk kode Z dengan kriteria limited care. Sebagaimana disebutkan dalam notes di awal bab kode Z.

Kontrol post operatif juga bisa masuk dalam limited care sepanjang tidak ada tindakan operatif baru. Jadi kontrol post operasi untuk ganti balut, aff hecting, atau sekedar evaluasi luka ataupun konsultasi.

Referensi Teori Kode Z ICD 10

Chapter XXIFactors influencing health status and contact with health services(Z00-Z99)Note:
This chapter should not be used for international comparison or for primary mortality coding.
Categories Z00-Z99 are provided for occasions when circumstances other than a disease, injury or external cause classifiable to categories A00-Y89 are recorded as "diagnoses" or "problems". This can arise in two main ways:
When a person who may or may not be sick encounters the health services for some specific purpose, such as to receive limited care or service for a current condition, to donate an organ or tissue, to receive prophylactic vaccination or to discuss a problem which is in itself not a disease or injury.
When some circumstance or problem is present which influences the person's health status but is not in itself a current illness or injury. Such factors may be elicited during population surveys, when the person may or may not be currently sick, or be recorded as an additional factor to be borne in mind when the person is receiving care for some illness or injury.
(Catatan ICD 10 Tahun 2015 Bab 21)


Grup SIRS, Case-Mix dan INA-CBG's.
F.A.Q khusus Koding
Semua pembahasan koding ICD 10 dan ICD 9 CM

Catatan : 
Diedit dengan penyempurnaan bahasa,
Rangkuman ini hanya untuk mempermudah referensi koding diagnosa.

Mohon koreksi jika ada kesalahan atau ada hal yang kurang berkenan.
Semoga bermangfangat

Kaidah Koding ICD 10


Kaidah koding ICD-10 ( International Classification of Diseases ) adalah ketentuan-ketentuan dalam penetapan kode ICD-10. Sedangkan pengertian koding ICD adalah penetapan kode ICD dari suatu diagnosis, prosedur, jasa maupun pelayanan ke dalam kode numerik dan atau alfanumerik untuk tujuan pelaporan statistik dan pembayaran klaim asuransi yang menggunakan kode ICD sebagai dasar penetapan tarif klaimnya. Kegiatan koding ICD ini membutuhkan pengetahuan tentang terminologi medis, diagnosis, prosedur medis, dan bahasa inggris untuk dapat mengalokasikan kode ICD secara akurat.

Alat bantu dalam melakukan koding ICD yaitu harus ada Buku ICD-10 Volume 1 dan 3, kamus kedokteran dan kamus bahasa inggris. Dapat juga dibantu melalui website ICD online, kamus online dan juga search engine untuk pencarian informasi yang terkait dalam koding ICD.

Buku ICD-10 terdiri dari 3 (tiga) volume yaitu :
  • Volume 1 Daftar Tabulasi
    Bagian ini memuat klasifikasi utama, terdiri dari kategori tiga karakter dan subkategori empat karakter dalam 22 bab, daftar tabulasi khusus (special tabulation lists), dan definisi regulasi nomenklatur.
  • Volume 2 Manual Instruksi
    Bagian ini berisi deskripsi tentang sejarah ICD, struktur dan prinsip klasifikasi, aturan-aturan koding morbiditas dan mortalitas serta penjelasan mengenai statistik.
  • Volume 3 Indeks Alfabetik
    Bagian ini berisi petunjuk praktis bagi pengguna ICD agar dapat memanfaatkan klasifikasi dengan baik. Bagian ini terdiri dari 3 bagian (section) :

    Section I : Mengenai penyakit dan cedera (Diseases & nature of injury)
    Section II : Mengenai penyebab luar cedera (External causes of injury)
    Section III : Mengenai daftar obat dan bahan kimia (Table of drugs & chemicals)

    Struktur dari volume 3 ini berisikan daftar lead term, modifiers dan perkiraan kode ( yang harus di cross-check dengan volume 1).

ANALISIS DOKUMEN REKAM MEDIS

Tujuan dari analisis dokumen rekam medis adalah agar kode yang terpilih dapat merepresentasikan dengan tepat diagnosis. Bagian rekam medis yang perlu dianalisis untuk menunjang ketepatan diagnosis antara lain :
  • Resume medis, anamnesis, pemeriksaan fisik, terapi, follow up perawatan.
  • Pemeriksaan penunjang seperti hasil laboratorium patologi klinik, patologi anatomi, radiologi.
  • Laporan catatan tenaga medis seperti catatan dokter, catatan perawat atau bidan, laporan operasi, catatan fisioterapi.

PEDOMAN SEDERHANA DALAM KODING

Pedoman sederhana dalam melakukan koding ICD diagnosis adalah sebagai berikut :
  • Identifikasi tipe pernyataan dianosis yang akan dikode.
  • Lihat lead term pada ICD volume 3.
  • Lead term atau main term adalah kata kunci yang menjadi acuan pencarian kode pada indeks alfabetik. diindeks lead term dicetak tebal di sisi kiri. Lead term merupakan masalah utama (diagnosis, cedera, dll) pada pasien. 
  • Jika kita tetap menjadikan letak anatomi sebagai lead term maka akan muncul istilah see condition yang berarti harus merujuk pada kondisi pasien dan bukan letak anatominya. 
  • Indeks alfabetik telah disusun sedemikian sehingga dapat mengalokasikan kode yang tepat dengan mencari lead term dari berbagai istilah yang berbeda. Umumnya merupakan kelainan, kondisi, gangguan. 
  • Baca seksama dan ikuti petunjuk catatan yang muncul di bawah lead term.
  • Baca istilah yang terdapat dalam tanda kurung ( ) sesudah lead term.
  • Ikuti secara hati-hati setiap cross -references dan perhatikan see dan see-also yang ada dalam indeks.
  • Lihat daftar tabulasi ICD volume 1 untuk melihat kode yang paling tepat. Bila ada, cari karakter ke-4 
  • Ikuti inclusion dan exclusion kode.

Setiap Bab dalam ICD-10 memiliki kekhususan berupa catatan-catatan yang perlu diperhatikan dalam menentukan kode penyakit. Umumnya catatan tersebut berupa tata cara pengalokasian kode, atau tambahan subklasifikasi. Dapat pula berupa keterangan mengenai kode tambahan opsional yang dapat diberikan terkait klasifikasi tertentu dalam bab tersebut. Mengenai kekhususan ini akan dibahas terpisah dalam artikel selanjutya.

Semoga bermangfangat.


Perubahan Pada ICD 10 Versi Tahun 2015

International Statistical Classification of Diseases and Related Health Problems, yang biasanya disingkat dengan nama International Classification of Diseases (ICD), adalah alat diagnostik standar untuk epidemiologi, manajemen kesehatan dan tujuan klinis. ICD dikelola oleh Organisasi Kesehatan Dunia WHO (World Health Organization), yang bertugas mengarahkan dan mengkoordinasikan kewenangan untuk kesehatan dalam Sistem organisasi Persatuan Bangsa-bangsa (PBB). 

International Classification of Disease (ICD) 10 versi tahun 2015 resmi diterbitkan. Dalam versi ICD tahun 2015 terbaru ini terdapat beberapa perubahan kode. Perubahan kode ICD 10 versi 2015 dibandingkan dengan ICD versi 2014 yang sering ditemui dalam proses koding beberapa diantaranya adalah sebagai berikut :

Keterangan warna :
Warna biru dicoret garis tengah maksudnya bagian yang dihilangkan. Contoh : Septic shock
Warna merah maksudnya bagian yang ditambahkan. Contoh : Myocardial infarction with non-ST elevation.
  1. Sepsis
    A41.9 Sepsis, unspecified
               Incl.:
               Septic shock
               Septicaemia

    Keterangan : Septic shock dihilangkan dari kode A41.9.

  2. Anemia in chronic Disease classified elsewhere
    D63* Anaemia in chronic diseases classified elsewhere
              D63.8*Anaemia in other chronic diseases classified elsewhere
              Incl.:
              Anaemia in chronic kidney disease ≥ stage 3 (N18.3 – N18.5†) N18.9†)
    Keterangan : Penambahan kategori anemia in chronic disease yang tadinya antara kode N18.3 - N18.5† pada ICD 10 versi  2015 menjadi N18.3 - N18.9†.

  3. Acute myocardial infarction
    I21 Acute myocardial infarction
          I21.4 Acute subendocardial myocardial infarction

                   Myocardial infarction with non-ST elevation
                   Nontransmural myocardial infarction NOS 

    Keterangan : Penambahan deskripsi kode I21.4 yang meliputi Myocardial infarction with non-ST elevation.

  4. Chronic kidney disease, unspecified
    N18.9 Chronic kidney disease, unspecified

               Chronic uraemia NOS
               Diffuse sclerosing glomerulonephritis NOS


    Keterangan : Penambahan deskripsi pada kode N18.9 yang meliputi Chronic uraemia NOS dan Diffuse sclerosing glomerulonephritis NOS.
     
  5. Other disorders of kidney and ureter, not elsewhere classified (N25-N29)
    N28 Other disorders of kidney and ureter, not elsewhere classified
            N28.1 Cyst of kidney, acquired
                       Cyst (acquired)(multiple)(solitary) of kidney, acquired
                       cystic kidney disease (congenital) (Q61.-)

    Keterangan : Pemindahan kata acquired seperti telihat diatas.

  6. Cystic kidney disease
    Q61 Cystic kidney disease
            acquired cyst of kidney (acquired) (N28.1)
            Potter syndrome (Q60.6)

            Q61.0 Congenital single renal cyst
                       Cyst of Congenital cyst of kidney (congenital) (single) (single)

    Keterangan : Pemindahan kata acquired, perubahan kata cyst of dan congenital menjadi congenital cyst of.

Kode ICD tersebut diatas hanya beberapa contoh diagnosa dari perubahan pada ICD 10 versi tahun 2015 yang sering ditemui dalam kegiatan koding ICD sehari-hari.

Semoga bermangfangat.

Pengertian ICD - International Classification of Diseases

International Statistical Classification of Diseases and Related Health Problems, yang biasanya disebut dengan nama pendek International Classification of Diseases (ICD), adalah alat diagnostik standar untuk epidemiologi, manajemen kesehatan dan tujuan klinis. ICD dikelola oleh Organisasi Kesehatan Dunia WHO (World Health Organization), yang bertugas mengarahkan dan mengkoordinasikan kewenangan untuk kesehatan dalam sistem organisasi Persatuan Bangsa-bangsa (PBB). ICD ini dirancang sebagai sistem klasifikasi perawatan kesehatan, menyediakan sistem kode diagnostik untuk mengklasifikasikan penyakit, termasuk klasifikasi berbagai tanda, gejala, temuan abnormal, keluhan, situasi sosial, dan penyebab eksternal cedera atau penyakit. Sistem ini dirancang untuk memetakan kondisi kesehatan yang sesuai kategori umum bersama-sama dengan variasi tertentu, dengan menggunakan kode sampai enam karakter. Dengan kategori utama dirancang untuk menyertakan kesatuan penyakit yang serupa.

The International Classification of Diseases ini diterbitkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia WHO (World Health Organization) dan digunakan di seluruh dunia untuk morbiditas dan mortalitas statistik, sistem pembayaran klaim asuransi, dan mendukung pengambilan keputusan yang otomatis dalam perawatan kesehatan. Sistem ini dirancang untuk mempromosikan sistem internasional dalam pengumpulan, pengolahan, klasifikasi, dan penyajian statistik  morbiditas dan mortalitas. ICD adalah inti berbasis sistem statistik diagnostik klasifikasi untuk masalah-masalah yang berhubungan dengan perawatan kesehatan. ICD direvisi secara berkala dan saat ini sedang dalam revisi yang kesepuluh. ICD-11 direncanakan akan diterbitkan pada tahun 2017. 

Penggunaan ICD-10 dimulai pada tahun 1983, dan revisi baru disahkan oleh the Forty-third World Health Assembly pada bulan Mei 1990. Versi terbaru mulai digunakan di negara-negara anggota WHO mulai tahun 1994. Sistem klasifikasi ICD-10 ini memungkinkan lebih dari 155.000 kode yang berbeda dan berbagai diagnosa dan prosedur baru, penambahan yang signifikan pada 17.000 kode yang tersedia di ICD-9. Pengaplikasian ICD-10 ini relatif cepat di sebagian besar dunia. Beberapa bahan materi tentang ICD tersedia secara online oleh WHO untuk memudahkan penggunaannya, termasuk manual, pedoman pelatihan, browser, dan file untuk di download. 

Penggunaan ICD 10 di Indonesia tertuang dalam Keputusan Direktur Jenderal Pelayanan Medik (Dirjen Yanmed) Nomor : HK 00 . 05 . 1 . 4 . 00744  mengenai  Penggunaan  Klasifikasi Internasional mengenai penyakit revisi ke sepuluh ( ICD-10 ) di Rumah Sakit tertanggal 19 Pebruari 1996. 

Semoga bermangfangat.

 

Koding ICD Diagnosa Sepsis e.c Pneumonia

Pembahasan mengenai koding kode ICD Sepsis e.c Pneumonia sebagai berikut :

Penanya 
Muhajirin Abdullah
Mohon bantuannya untuk diagnosa Sepsis e.c Pneumonia berapa kode ICDnya?. Adakah kode gabung untuk diagnosa Sepsis e.c Pneumonia. Karena verifikator BPJS minta kode ICDnya digabung. Terima Kasih.

BasiRooney
Mungkin ini ya kode ICD Sepsis e.c Pneumonia : A40.3 Septicaemia due to Streptococcus pneumoniae Pneumococcal septicaemia?.

Ratna Mutiara Lombok
Saya cari  Pneumonia in (due to) septicemia didapatkan kode ICD A41.- dagger, J17.0 asterik. Tetapi saya bingung, Di kode ICD A41 tidak ada tanda dagger. Apakah dapat dipake kode ICD tersbut. Mohon pencerahan bu Lily Kresnowati. Nuwun.


Jawaban 
Lily Kresnowati
Pak Muhajirin Abdullah, sepsis ec pneumonia?. Yang diagnosa utama yang mana? Definisi diagnosa utama mengacu pada ketentuan WHO. Yang menjadi focus of treatment dan menjadi alasan pasien dirawat atau diperiksa. Apakah saat masuk admisi rawat untuk pneumonia-nya dan sepsis terjadi sebagai komplikasi atau memang masuk sudah dalam keadaan sepsis?.

Mengenai kode gabung sepsis ec pneumonia tidak ada. Karena memang bukan kode kombinasi. Makanya saya konfirmasi dulu, karena biasanya dirawat untuk pneumonia, lalu muncul sepsisnya. Jadi diagnosa utama Pneumonia dengan komplikasi sepsis.

BasiRooney, kode  A40.3 Septicaemia due to Streptococcus pneumoniae Pneumococcal septicaemia menunjukkan agen penyebab septikemia-nya. Kalau pada kode tersebut berarti diagnosa utama septikemia dengan kuman penyebab itu. Bukan septiemia ec pneumonia. 

Ratna Mutiara Lombok, kode A41 di judulnya adalah other septicemia. Dan isinya adalah macam-macam septicemia dengan agen-agen penyebabnya. Jadi bukan penyakit yang menyebabkan. Misalnya pneumonia-nya akibat staphylococcus atau haemophilus dan seterusnya yang ada dalam kategori tersebut. Lalu pneumonia tersebut berkembang menjadi sepsis atau septikemia, bisa saja memakai kode tersebut. Jadi septikemia karena agen tersebut. 
Jika pencarian kode dimulai dengan leadterm pneumonia in (due to), maka ini kebalikan dari kasus pak Muhajirin Abdullah. Kalau yang dicari, maknanya pneumonia e.c septicemia, sedangkan yang pak Muhajirin Abdullah sebutkan adalah septicemia ec pneumonia. Moga-moga tidak keliru.
Tentang kode dagger dan asterisk, memang ada beberapa kategori dimana tanda dagger-nya tidak selalu muncul di judul rubrik. Tapi manakala kode tersebut bersanding dengan kode asterik, maka ia harus diberi tanda dagger. 
Coba lihat kategori Anemia in neoplastik disease, terlihat yang ada tanda asteriknya yang kode D63*. Tapi semua diagnosa Carcinoma yang berdampingan dengannya akan kita beri tanda dagger bukan?.
Contoh lain dapat dilihat pada kategori M82.1*. Kode tersebut dapat bergandengan dengan kategori E00-E34+. Kalau kita buka E00 juga ngga ada tanda daggernya. Tapi kalau sudah bersanding dengan M82.1* maka kodenya E00.2. Misalnya akan menjadi E00.2+. Demikian.


Referensi Teori
Sepsis adalah kondisi medis serius di mana terjadi peradangan di seluruh tubuh yang disebabkan oleh infeksi.  (Wikipedia)
Radang paru-paru atau pneumonia adalah kondisi inflamasi pada paru, utamanya memengaruhi kantung-kantung udara mikroskopik yang dikenal sebagai alveolus. Kondisi ini biasanya disebabkan oleh infeksi virus atau bakteri dan lebih jarang mikroorganisme lainnya, obat-obatan tertentu, dan kondisi lain seperti penyakit autoimun.  (Wikipedia)

Kode ICD :
J12 - J18 : Pneumonia
A40 - A41 : Septicaemia

Grup SIRS, Case-Mix dan INA-CBG's.
F.A.Q khusus Koding
Semua pembahasan koding ICD 10 dan ICD 9 CM

Catatan : 
Diedit dengan penyempurnaan bahasa,
Rangkuman ini hanya untuk mempermudah referensi koding diagnosa.

Mohon koreksi jika ada kesalahan atau ada hal yang kurang berkenan.
Semoga bermangfangat


Koding ICD Pasien Kebidanan dengan Kasus Gastritis Pasca Laparatomy

Koding ICD Pasien Kebidanan dengan Kasus Gastritis Pasca Laparatomy.
Berikut ini pembahasan kode ICD Pasien Kebidanan dengan Kasus Gastritis Pasca atau Post Laparatomy  :

Penanya
Rahma Itha

Para master, aku mau tanya. Ada pasien masuk di kebidanan dengan kasus gastritis pasca laparatomy (kista ovarium). Apakah kode diagnosa gastritis yang dipakai adalah kode K29.7 sama dengan kasus interna. Karena pihak BPJS bilang setelah diverifikasi mereka maunya kasusnya harus pakai kode obsgyn (O). Jadi gimana, mohon bantuannya.

Pasien di operasi kista di rumah sakit lain, terus setelah pasca laparatomy pasien tersebut masuk ke rumah sakit kami karena dokter yang melakukan operasi pasien tersebut ada di rumah sakit kami. Setelah dirawat dan diijinkan pulang pasien tersebut di diagnosa oleh dokter gastritis. Terus pengcoder kami menulis kode diagnosa utama K29.7. Terus BPJS memverif, apakah kode gastritis untuk obgyn tidak ada?. Jadi bingung?. Maunya petugas BPJSnya kode harusnya postprocedural complication. Tapi coder rumah sakit tempatku tidak tahu mau pilih kode apa?

Jawaban
Lily Kresnowati

Kalau kaidah koding sebetulnya tidak membedakan dokter atau spesialisasi yang merawat. Kode O digunakan pada ibu yang hamil, dalam proses persalinan dan postpartum atau nifas. Diluar itu tidak pake kode O.

Lalu, betul itu pertanyaannya?. Apakah gastritis ini merupakan komplikasi atau efek samping yang ditimbulkan oleh karena operasinya?. Sehingga kode ICDnya menjadi postprocedural complication. Ataukah memang kasus gastritis biasa yang tidak terkait karena operasinya?. Kalau memang bukan akibat operasinya, diagnosanya bukan postprocedural complication. Coba konfirmasi ke dokternya dulu mengenai  hal itu.

Referensi Teori
Gastritis adalah peradangan pada lapisan lambung dan memiliki banyak kemungkinan penyebab. ( inflammation of the lining of the stomach and has many possible causes ). (Wikipedia)

Kode ICD :
K29.7 : Gastritis.
T81: Complications of procedures (Postprocedural complication).

Grup SIRS, Case-Mix dan INA-CBG's.
F.A.Q khusus Koding
Semua pembahasan koding ICD 10 dan ICD 9 CM

Catatan : 
Diedit dengan penyempurnaan bahasa,
Rangkuman ini hanya untuk mempermudah referensi koding diagnosa.

Mohon koreksi jika ada kesalahan atau ada hal yang kurang berkenan.
Semoga bermangfangat

Koding ICD Pasien Bayi Patent Ductus Arteriosus (PDA)

Koding ICD Pasien Bayi Patent Ductus Atriosus (PDA).

Berikut ini pembahasan kode ICD Pasien Bayi Patent Ductus Arteriosus (PDA) :

Penanya
Muhajirin Abdullah

@ bu Lily Kresnowati, Uswatun Hasanah mohon masukannya pada pasien bayi baru lahir dengan diagnosa Patent Ductus Arteriosus (PDA) kode apa yang sesuai, Q25.0 (Patent Ductus Atriosus) atau P29.3 (Persistent fetal circulation). Terima Kasih.

Jawaban Lily Kresnowati
Pak Muhajirin Abdullah, kalau dilihat di kelompok P29 terdapat exclusion jika kelainannya congenital. Dan memang menurut saya Patent Ductus Arteriosus (PDA) itu kelainan congenital (yang disebabkan gangguan pada pembentukan organ saat dalam kandungan). Lebih sesuai dengan kode Q. Kalau kode P untuk kelainan yang berawal pada perinatal. Walaupun perinatal juga mulai 22 mgg dalam masa kehamilan samapi dengan 7 hari postpartum.

Referensi Teori
Patent Ductus Arteriosus (PDA)  adalah gangguan bawaan di jantung dimana ductus arteriosus neonatus gagal menutup setelah lahir (a congenital disorder in the heart wherein a neonate's ductus arteriosus fails to close after birth.). (Wikipedia)
Persistent Fetal Circulation adalah suatu kondisi yang disebabkan oleh kegagalan dalam sirkulasi sistemik dan sirkulasi paru untuk mengkonversi dari pola sirkulasi antenatal dengan pola normal. (a condition caused by a failure in the systemic circulation and pulmonary circulation to convert from the antenatal circulation pattern to the "normal" pattern). (Wikipedia)

Kode ICD 
Q25.0 : Patent Ductus Arteriosus ;
P29.3 : Persistent Fetal Circulation.


Sumber : 
Grup SIRS, Case-Mix dan INA-CBG's.
F.A.Q khusus Koding
Semua pembahasan koding ICD 10 dan ICD 9 CM

Catatan : 
Diedit dengan penyempurnaan bahasa,
Rangkuman ini hanya untuk mempermudah referensi koding diagnosa.

Mohon koreksi jika ada kesalahan atau ada hal yang kurang berkenan.
Semoga bermangfangat

Koding ICD Leukopenia Pasien Post Kemoterapi

Koding lCD Leukopenia Pasien Post Kemoterapi. Kode diagnosa ICD 10.


Berikut ini pembahasan kode ICD Leukopenia Pasien Post Kemoterapi :

Penanya Nenden Nurul Amienya Raffan
Bu Lily Kresnowati mau masukkannya klo untuk koding leukopenia pada pasien post kemoterapi betulkah kodenya D70? atau ada kode lainnya? trimss

Mau minta masukan barangkali ada yang yang sama kejadiannya. Untuk kasus-kasus onkologi yang menjalani kemoterapi. Untuk penanganan post kemoterapinya kan ada fase leukopenianya yang harus di treatment. Sedangkan obat leukopenianya sudah termasuh paket inacbgs. Sedangkan rumah sakit kami masih tipe D dimana kasus ranap leukopenia hanya dibayar 1,3 jt, sedangkan biaya real rumah sakit lebih dari 3jt. Untuk 1 orang pasien post kemoterapi rumah sakit harus mengbackup minimal 2jt untuk kekurangannya. Sedangkan jika minta iur bayar ke pasien rumah sakit akan diberi sanksi. Barangkali ada solusi dari rumah sakit lain untuk masalah kami ini. Terima kasih. 


Jawaban Lily Kresnowati
Bu Nenden Nurul Amienya Raffan ; seperti yang tadi saya sampaikan. Kalau pasien datang untuk kemoterapi, lalu terjadi efek samping dan ikut dikelola dalam episode yang sama maka kode diagnosa utama tetap kemoterapi nya. Jika datang pada episode yang berbeda dengan kemoterapi, yaa diagnosa utamanya lekopenia nya D70.

Referensi Teori
Kemoterapi (chemotherapy) adalah penggunaan zat kimia untuk perawatan penyakit. Dalam penggunaan modernnya, istilah ini hampir merujuk secara eksklusif kepada obat sitostatik yang digunakan untuk merawat kanker. (Wikipedia)
Leukopenia (also known as leukocytopenia or leucopenia, from Greek λευκός "white" and πενία "deficiency") is a decrease in the number of white blood cells (leukocytes) found in the blood, which places individuals at increased risk of infection. (Wikipedia)

Kode ICD 
D70 : Agranulocytosis



Sumber : 

Grup SIRS, Case-Mix dan INA-CBG's.
F.A.Q khusus Koding
Semua pembahasan koding ICD 10 dan ICD 9 CM

Catatan : 
Diedit dengan penyempurnaan bahasa,
Rangkuman ini hanya untuk mempermudah referensi koding diagnosa.

Mohon koreksi jika ada kesalahan atau ada hal yang kurang berkenan.
Semoga bermangfangat

Cara Mendaftar Akun Payza Terbaru



Cara Daftar Payza
Cara mendaftar akun Payza terbaru. Payza merupakan media pembayaran untuk mengirim dan menerima uang secara online. Kelebihan yang saya suka dari payza adalah tidak memerlukan kartu kredit untuk menjadi akun yang terverifikasi. Hanya dengan memberikan dokumen scan identitas KTP dan Buku tabungan akun yang saya buat menjadi terverifikasi. Fungsi terverifikasi akun adalah untuk meningkatkan keamanan akun Payza dan menjaga kepatuhan peraturan tentang anti pencucian uang dan undang-undang pendanaan anti-teroris. Jika akun tidak terverifikasi maka akun akan dibatasi transaksinya.

Berikut cara mendaftar akun payza :

  1. Buka web www.payza.com
  2. Pilih kategori personal. Pilih personal karena fitur yang saya butuhkan hanya untuk melakukan pembayaran dan menerima pembayaran (Make payment and Earn money). Perbandingan akun personal dan bisnis adalah sebagai berikut :

    Cara Daftar Payza
    Perbandingan akun personal dan bisnis Payza
  3. Pilih negara : Indonesia (otomatis terpilih)
  4. Klik tombol select Personal
  5. Muncul form isian nama, email dan password. Masukkan nama sebenarnya, karena ketika akan transfer ke rekening bank lokal nama akun harus sama dengan nama akun bank yang akan kita transfer.
    Cara Daftar Payza
  6. Klik tombol Get Started
  7. Dan payza akan mengirimi validasi ke email sesuai yang kita daftarkan. Nama email ini yang akan menjadi identitas akun payza
  8. Buka email, dan klik tombol validate my email.
  9. Untuk membuat akun kita terverifikasi, ketika kita diminta untuk mengirim dokumen. Kirimlah hasil scan identitas KTP dan Buku tabungan (halaman yang terdapat identitas di buku tabungan.
  10. Pendaftaran sampai akun saya terverifikasi membutuhkan waktu 7 hari.

    Cara Daftar Payza


Sekian cara mendaftar akun Payza. Semoga bermangfangat.



Jika ingin memberikan pertanyaan ataupun berdiskusi, mohon agar melalui kolom komentar pada artikel yang terkait dengan topik permasalahan.

ERROR - HALAMAN TIDAK TERSEDIA

Copyright © Hakayuci